Organda NTB Sorot Ratusan Kendaraan Luar Daerah yang Dioperasikan PT. AMNT

Junaidi Kasum. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB menyorot banyaknya kendaraan luar daerah yang digunakan dalam kegiatan operasional di kawasan tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat yang dikelola PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Jumlahnya mencapai 500an unit kendaraan. Karena menggunakan pelat luar daerah, disebut kebocoran PAD di daerah ini cukup besar.

Ketua Organda Provinsi NTB, Junaidi Kasum menyampaikan, data yang diterima dari Samsat Sumbawa Barat, ada 530 unit kendaraan luar daerah yang dioperasikan oleh PT. AMNT. Karena besarnya potensi PAD yang bocor dari angkutan sewa ini, itulah kemudian Organda memberi perhatian. “Kita berharap, agar kendaraan pelat luar ini paling tidak memakai pelat DR atau pelat Sumbawa Barat. Sehingga imbas pajak pendapatan darah ini bisa bertambah,” ujarnya.

Iklan

Jangan kendaraan yang dioperasikan sudah menggunakan kendaraan pelat luar daerah, tetapi lahan bisnis perusahaan justru di daerah ini. tetapi daerah justru tidak mendapatkan apa-apa. Sehingga sangat diharapkan, kepada operator yang melakukan sewa-menyewa dengan perusahaan tambang pengganti PT. Newmont Nusa Tenggara ini memaksimalkan kendaraan berpelat NTB. “Agar pajak-pajaknya bisa menambah pendapatan daerah. karena sangar merugikan daerah itu,” imbuhnya.

Organda mengatakan, sewa menyewa kendaraan ini perizinannya di daerah. sebagai organisasi yang bergerak dibidang transportasi ini di daerah, sudah sewajarnya menurut JK, sapaan akrabnya Organda memberikan juga perhatian terhadap hal ini. JK juga sebelumnya menyinggung soal puluhan miliar potensi PAD yang menguap begitu saja dari angkutan umum. Menguapnya puluhan miliar itu dihitung termasuk dari ribuan taksi online yang beroperasi secara liar (illegal) di NTB.

Menjawab hal ini, Kartika Oktaviana dari PT. AMNT menyampaikan, AMNT selalu berkomitmen untuk menjalankan operasional sesuai dengan peraturan pemerintah baik pusat maupun daerah, termasuk mengenai aturan nomor polisi daerah. Sebagai informasi, pada 21 November 2020 lalu, PT AMNT menerima penghargaan dari Bappenda NTB, sebagai perusahaan swasta yang taat dan tepat waktu dalam membayar pajak kendaraan bermotor tahun 2020, dengan nilai pajak terbesar, Rp3.147.692.297 dengan nilai objek 418 unit kendaraan.

“Semangat yang sama juga kami gaungkan kepada mitra bisnis yang beroperasi di dalam tambang Batu Hijau. Caranya adalah dengan memberi pengetahuan mengenai aturan terkini dari pemerintah beserta prosedurnya. Mitra bisnis kami pun juga menunjukkan komitmen mereka untuk senantiasa taat pada peraturan pemerintah, termasuk terkait nomor polisi kendaraan ini. Secara bertahap tapi pasti, mitra bisnis juga mulai melakukan perubahan nomor polisi bagi kendaraan operasional mereka,” demikian keterangannya. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional