Orang Tua Harus Tetap Daftarkan Anak ke PAUD

Suka (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 membuat pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan secara normal dan sempat dilaksanakan dengan Belajar dari Rumah (BDR) secara penuh. Banyak orang tua anak yang enggan memasukkan anaknya ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena pelaksanaan pembelajaran secara BDR. Padahal sebaiknya anak tetap didaftarkan masuk PAUD agar tidak terjadi kehilangan pembelajaran atau learning loss.

Hal itu disampaikan, Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) NTB, Drs. Suka, M.Pd., saat ditemui belum lama ini. Menurutnya, ada sedikit salah pengertian di tengah masyarakat, ketika BDR secara penuh, orang tua anak memilih tidak mendaftarkan anaknya ke PAUD. Karena dianggap kalau belajar dari rumah, lebih baik anak tidak perlu didaftarkan ke PAUD.

Iklan

“Kami memang tidak menyalahkan, tapi itu pemahaman sempit. Seharusnya dipahami ada namanya tri pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Makanya perlu ada parenting, pengetahuan orang tua atas pentingnya pendidikan anak usia dini,” ujar Suka.

Menurut Suka, pembelajaran bagi anak harus tetap ada. Orang tua memang harus tetap terlibat dalam pendidikan anak, tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah. “Perlahan kami edukasi agar orang tua mendaftarkan anaknya ke PAUD agar tidak learning loss,” ujarnya.

Suka juga menyampaikan, PAUD yang berada di wilayah yang diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas harus memahami mitigasi risiko. Juga diperlukan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masa kebiasaan baru.

“Keputusan pembelajaran tatap muka dilihat kondisi masing-masing kabupaten/kota, dengan tetap menaati protokol kesehatan,” jelas Suka.

Di samping itu, penerapan 5M harus terus disiplin.  Menurutnya, penggunaan masker harus terus dilakukan karena tidak tahu siapa pembawa virus. “Tentu ini harus kita jaga masing-masing, walau dengan teman sahabat, saudara tetap memakai masker, jaga-jaga agar penularan Covid-19 tidak terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Suka meminta agar membiasakan mencuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun. Serta menjaga jarak,dalam pembelajaran tatap muka terbatas, pihak lembaga PAUD harus mengatur jarak siswa dengan baik. Anak juga diarahkan mengurangi mobilitas. Menurut Suka, jika sebelumnya pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan selama seminggu penuh, maka di saat ini bisa diatur dengan sistem sif atau blok.

Selain 5M, Suka juga menjelaskan mengenai Tes, Telusur, dan Tindakan (3T). Menurutnya, pastikan melakukan tes jika ada tanda kurang sehat atau gejala. Dengan begitu bisa mengetahui lebih awal. Jika diketahui secara dini, maka bisa ditangani dengan baik. Lalu pada tahap telusur, pihak lembaga bisa memastikan tertular dari mana. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional