Orang Gila Tikam Empat Warga di Bima

Bima (Suara NTB) – Warga desa Kalampa Kecamatan Woha mendadak heboh. Pasalnya orang gila bernama Ahyar (35) tiba-tiba mengamuk dengan menikam warga yang sedang salat magrib di Mesjid Raudatul Abrar, desa setempat, pada Jumat, 13 April 2018 sekitar pukul 18.15 wita.

Tercatat ada empat warga yang terluka masing-masing bernama, Andi (38) mengalami luka sobek pada bagian kepala, Jaya (38) luka sobek bagian kepala belakang sebelah kanan, M. Tasrim (17) mengalami luka pada bagian jari, dan M. Irfan (18) luka pergelangan tangan.

Iklan

Informasi yang dihimpun Suara NTB, peristiwa itu bermula saat pelaku diganggu seorang anak kecil. Tidak terima diganggu, pelaku kemudian mengejar anak itu hingga ke masjid. Saat itu didalam masjid puluhan warga melaksanakan shalat magrib berjama’ah.

Pada saat tahiyat pertama pelaku yang diketahui masuk masjid lewat pintu belakang itu menikam, M. Tasrim dan kemudian tiga orang lainnya. Kejadian tersebut sontak membuat jama’ah lainnya panik dan berhamburan keluar.

Sebagian warga berupaya menyelamatkan diri dan sebagian menolong korban dengan membawa ke rumah masing-masing. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri menuju kediamannya di Dusun ndora Desa Kalampa.

Peristiwa tersebut menyulut emosi pihak keluarga korban dengan mendatangi rumah pelaku. Beruntungnya cepat diatasi oleh aparat kepolisian Polsek Woha. Pelaku dievakuasi dan dibawa ke Polres Bima untuk diproses hukum.

Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo S.Ik dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut. Kata dia, pelaku telah diamankan dan barang bukti (Bb) sebilah senjata tajam jenis parang. Selain itu, Kapolres juga membenarkan kondisi pelaku memiliki kelainan jiwa.

“Ya betul. Pelakunya sudah diamankan dan korban dilarikan ke puskesmas Woha dan RSUD Bima,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengumpulan bukti dan keterangan (Pulbaket), pelaku dikenal mengidap kelainan jiwa atau gangguan jiwa. Pasalnya tindakan yang mengancam keselamatan nyawa itu juga pernah dilakukannya terhadap ayahnya pada lima tahun silam.

“Pelaku juga memiliki dua orang sudara yang diduga mengalami gangguan jiwa. Namun kasus ini tetap kita proses. Kita akan mintai keterangan para saksi serta memeriksa kejiwaan pelaku,” pungkasnya. (uki)