Optimis Gaet Investor Timteng

H. Mohammad Rum (Suara NTB/nas)

PEMERINTAH Pusat akan membangun dua kawasan industri halal di NTB. Pemprov NTB optimis pengembangan kawasan industri halal akan mampu menggaet investor dari Timur Tengah (Timteng).

‘’Saya lihat kalau industri halal, investor Timur Tengah akan masuk di situ,’’ ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Ir. H.Mohammad Rum, M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 4 Oktober 2021.

Iklan

Menurut Rum, pengembangan kawasan industri halal merupakan sesuatu hal yang baru. Sehingga pasti akan dilirik oleh investor selama memberikan nilai tambah bagi mereka.

‘’Ini bisa menjadi segmen investasi baru. Apalagi NTB pernah mendapatkan penghargaan wisata halal terbaik di dunia,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB telah memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan dua kawasan industri halal. Pemprov menyiapkan lahan masing-masing seluas 50 hektare di daerah Sekotong, Lombok Barat dan Desa Tumpak, Lombok Tengah.

Untuk kawasan industri halal di Lombok Barat, rencananya akan dibangun di Dusun Tempoal Desa Buwun Mas Sekotong. Sedangkan untuk kawasan industri halal di Loteng, rencananya di Tumpak. Dengan anggaran sebesar Rp500 miliar mulai tahun depan dalam  tiga tahap perencanaan.

Pembangunan kawasan industri halal akan semakin memperkuat branding NTB sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang mengembangkan  halal tourism dalam aktivitas wisatanya. Namun, kawasan industri halal bukan hanya untuk mengeluarkan produk olahan pangan.

Tetapi juga akan menjadi sebuah pilot project hulu – hilir sektor industri di NTB dengan konsep halal. Mulai dari proses bahan bakunya, proses produksinya, sampai hasil akhir produknya

Lokasi pembangunan dua kawasan industri halal tersebut disiapkan di wilayah hutan produksi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F., M. Si., menjelaskan lokasi pembangunan kawasan industri halal di Sekotong akan berada di kawasan industri pengolahan sampah.

Di mana, saat ini sudah berdiri pabrik pengolahan limbah medis. Lahan untuk kawasan industri yang disiapkan di sana seluas 147 hektare. Untuk kawasan industri halal, akan disiapkan lahan seluas 50 hektare.

Sementara di Tumpak Lombok Tengah, juga disiapkan lahan seluas 50 hektare yang berada di kawasan hutan produksi. “Lahannya sudah siap. Tinggal kita proses ke Kementerian LHK izin pinjam pakainya untuk industri. Totalnya 100 hektare untuk dua lokasi itu,” sebut Madani. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional