Optimalkan Perpustakaan, Mahasiswa Dituntut Gunakan Referensi Kredibel

UPT Perpustakaan Ummat sedang memperkenalkan layanan perpustakaan pada mahasiswa baru. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Keberadaan perpustakaan sangat penting guna mendukung tugas-tugas mahasiswa. Namun ada etika yang harus dijunjung tinggi mahasiswa, jangan sampai menggunakan referensi yang tidak kredibel hingga tidak melakukan plagiarisme.

Kepala UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) Iskandar, mengingatkan pada mahasiswa Ummat khususnya bagi mahasiswa baru agar mereka senantiasa menggunakan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Iklan

“Mahasiswa di perguruan tinggi itu dituntut menggunakan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya saat memberikan penjelasan pada kegiatan pendidikan pemakai perpustakaan bagi mahasiswa baru Ummat belum lama ini.

Misalnya mereka harus menggunakan buku yang valid, jurnal yang jelas, lalu artikel ilmiah yang diambil di jurnal-jurnal yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga dalam pelaksanaan perkuliahan bisa menunjang tugas perkuliahan dan makalah dengan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Sejatinya keberadaan perpustakaan itu untuk mendukung ketersediaan informasi bagi civitas akademika yang ada di perguruan tinggi. Jadi keberadaan perpustakaan itu untuk mendukung itu,” ujarnya.

Adanya kondisi ini mahasiswa dapat lebih mudah untuk melakukan penelusuran informasi. Apalagi ini modelnya masih kuliah daring, sehingga bisa mendukung tugas kuliahnya kedepan.

Sementara itu, Dekan Fisipol Ummat Dr. H. Muhammad Ali, menyebut perpustakaan sudah bertransformasi ke layanan digital. Mahasiswa harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan. “Ini zaman sudah melayani dengan digital. Anda semua disebut milenial wajib memiliki email flashdisk,” jelasnya.

Dikatakan Ali, perpustakaan punya posisi penting dalam menentukan peradaban dunia. Perpustakaan pembuka pintu peradaban. Karena itu biasanya khususnya mahasiswa baru keberadaan perpustakaan di perguruan tinggi sangat strategis. “Untuk itu keberadaan perpustakaan bisa jadi gerbang pemanfaatan perpustakaan secara maksimal,” bebernya.

Dikatakan ada banyak ilmu yang harus dimiliki mahasiswa dalam mengakses informasi di perpustakaan. Hal ini sebagai penunjang informasi yang diperoleh kredibel.  “Seringkali keberadaan perpustakaan seperti letak koleksi, model penelusuran menggunakan mesin, update, browsing, harus dibudidayakan,” sambungnya.

Di samping itu dia mengingatkan agar mahasiswa tidak melakukan plagiarisme. Tindakan ini menyalahi kaidah karya tulis ilmiah, sehingga harus dihindari.  “Anda mendapatkan jurnal bagaimana mendapatkan sumber sumber yang valid yang bisa dipertanggungjawabkan jangan sampai terjadi plagiarisme. Kalau itu pendapat ahli dalam buku tertentu sebutkan sumbernya. Ada ketentuan ketentuan yang memang harus diperhatikan oleh mahasiswa,” pesan Ali.

Mengutip pendapat orang lain dibolehkan. Asal memberikan keterangan sumber kutipan dengan jelas. Tidak boleh kemudian mengatakan pendapat orang lain sebagai pendapat diri sendiri.

“Tapi ingat regulasi ketika anda mengutip pendapat orang lain. Jangan sampai anda mengklaim itu pendapat dirimu sendiri. Ingat bahwa ini zaman sudah terbuka lebar HP ini luar biasa. Anda semua bisa bertanya melalui HP. Haruslah dioptimalkan sebaik mungkin,” tuturnya. (dys)