Operator Roda Tiga Urunan Beli BBM Truk Pengangkut Sampah

Kendaraan roda tiga mengantre memasuki TPST Sandubaya, Jumat, 16 April 2021. Operator tidak bisa membuang sampah karena truk pengangkut sampah hanya satu kali mengangkut ke TPA Kebon Kongok. (Insert) Surat pernyataan operator kendaraan roda tiga memberikan bantuan donasi Rp2 ribu untuk sekali pembuangan sampah ke TPST Sandubaya. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Operator roda tiga di Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya berinisiatif urunan membantu pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Hal ini dilakukan guna memperlancar proses pembuangan sampah dari lingkungan ke tempat pembuangan sampah terpadu.

Pantauan Suara NTB, puluhan operator mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup di Jalan Sandubaya, Kelurahan Bertais, pada Jumat, 16 April 2021. Operator menanyakan alasan tidak diberikan izin membuang sampah di TPST Sandubaya. Dialog berlangsung sekitar satu jam lebih antara operator dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, M. Nazaruddin Fikri didampingi Sekretaris DLH, Irwansyah dan Kepala Bidang Persampahan, Edwin Zamroni.

Iklan

Setelah mendengarkan penjelasan detail tentang kondisi riil anggaran, operator kendaraan roda tiga berinisiatif memberikan dukungan moril ke DLH. Dukungan itu ditandai dengan surat pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas materai sepuluh ribu rupiah. Bentuk dukungan berupa memberikan donasi Rp2.000 untuk sekali pembuangan sampah ke TPST. Donasi itu nantinya akan dipergunakan untuk membeli BBM truk pengangkut sampah.

Ketua Operator Roda Tiga Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya, Zainuddin menyampaikan, para operator menjalin kemitraan dengan DLH Kota Mataram untuk membuang sampah dari lingkungan ke TPST dan selanjutnya diangkut ke TPA Kebon Kongok. Pengangkutan sampah justru mengalami kendala karena terbatasnya anggaran. Para operator kendaraan roda tiga pun berinisiatif membantu dengan cara berdonasi untuk pembelian BBM. “Kita tidak paksakan teman – teman mau berdonasi. Kalau mau menyumbang, silahkan. Ndak juga tidak ada – apa,” kata Zaenuddin.

Zaenuddin bersama operator kendaraan roda tiga lainnya memahami kondisi dialami DLH. Pandemi Covid-19 berimbas terhadap refocusing anggaran. Kebijakan pemerintah pusat justru berpengaruh ke pengangkutan sampah. Di satu sisi, sampah menjadi persoalan penting perlu diatasi oleh pemerintah. “Kalau tidak kita angkut maka terjadi penumpukan di lingkungan,” tandasnya.

Donasi yang ditarik dari operator itu sifatnya sementara. Apabila anggaran normal maka tidak ada lagi sumbangan yang diminta. Dia pun mengingatkan ke operator pengangkut sampah agar tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk membebani masyarakat.

Kepala DLH Kota Mataram, M. Nazaruddin Fikri mengatakan, anggaran pengangkutan sampah sedang diubah oleh Badan Keuangan Daerah (BKD), sehingga sampai akhir April bisa kembali normal. “Kita bekerja membantu BKD supaya anggaran kembali bisa ditarik tiga kali dalam sebulan,” ucapnya.

Sejak 1 April, pengangkutan sampah hanya bisa dilakukan sekali. Padahal sebelumnya bisa mencapai dua sampai tiga kali perhari. Dengan jatah BBM 7,5 liter tidak mungkin harus dibagi, sehingga perlu dilakukan revisi. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional