Operasi Yustisi Kota Mataram, Pengunjung Kafe Langgar Jam Malam Dibubarkan

Petugas kesehatan melakukan tes usap dalam operasi yustisi gabungan di kafe KL, Selaparang, Mataram, Sabtu, 23 Januari 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan terus digeber merespons peningkatan penularan Covid-19. Tiga kafe yang buka melewati batas jam malam ditutup. Pengunjung dibubarkan. Serta 30 orang dites usap secara acak. Operasi yang digelar pada Sabtu, 23 Januari 2021 memang menyasar tempat keramaian.

Khususnya kafe yang ramai pengunjung pada malam minggu. Tempat-tempat ini dicek penerapan protokol kesehatan Covid-19. Operasi yustisi ini menyertakan tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri lengkap dari RSUD Kota Mataram. Tempat pertama yang dituju yakni kafe KL di Jalan Langko, Dasan Agung, Selaparang, Mataram.  Puluhan pengunjung masih duduk santai di kursi-kursi bean bag. Padahal jam malam batas waktu kegiatan pukul 22.00 Wita sudah tiba.

Iklan

Kabagops Polresta Mataram Kompol Taufik lalu memanggil dua pria yang duduk tanpa masker. Dua pria ini juga duduk tanpa jarak minimum. “Kalian turun push-up,” ujarnya dengan pengeras suara. Selain itu mereka juga dites usap. Sebanyak tiga pengunjung dan dua karyawan bergantian menjalani tes usap antigen. Operasional kafe lesehan kemudian dihentikan.

Operasi kemudian bergerak ke sebuah kedai kopi RK di Jalan Caturwarga, Pejanggik, Mataram. Pengunjung kafe ini memadati kursi luar ruangan. Beberapa diantaranya bergegas pulang saat melihat petugas datang. Termasuk dua orang yang tidak memakai masker. Penindakannya pun sama. Mereka masing-masing disanksi push-up. Sebanyak lima orang dites usap antigen. Dua karyawan dan tiga pengunjung. Demikian juga di rumah makan DK di Jalan Majapahit, Pagesangan, Mataram.

Kemudian aktivitas kumpul-kumpul warga di tepi jalan Bundaran Jempong, Jempong, Sekarbela, Mataram pun dibubarkan. Lima orang dites swab antigen. Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menyatakan, operasi yustisi bersama TNI, Satpol PP, dan tenaga kesehatan ini untuk memantau penerapan protokol kesehatan Covid19. “Sekaligus membubarkan,” tegasnya.

Dia menegaskan operasi ini bakal akan terus digelar tidak hanya di kafe, rumah makan, dan restoran. Tetapi juga nantinya di tempat-tempat hiburan. “Maklumat dan imbauan sudah kita sampaikan. Sekarang penindakannya,” kata Heri. Heri belum dapat menjelaskan hasil tes usap sebanyak 30 orang yang terjaring operasi yustisi tersebut. “Hasilnya akan kita sampaikan ke yang bersangkutan apabila memang positif,” sebutnya.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyebut kegiatan tersebut untuk menggugah masyarakat turut serta mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini masih tetap harus ditegakkan. Pandemi Covid-19 masih jauh dari usai. “Bukan mencari positif atau tidak. Kalaupun ada yang positif kita akan tracing. Ini intinya menyadarkan masyarakat bahwa protokol kesehatan tetap harus ketat,” ujarnya.

Sementara tim operasi yustisi yang dipimpin Kabid Propam Polda NTB Kombes Pol Awan Hariono menyasar tempat hiburan malam di hotel BD di Cakranegara Barat, Cakranegara, Mataram; Hotel DJm di Cakranegara Timur, Cakranegara, Mataram; dan Restoran KGM di Abiantubuh, Cakranegara, Mataram. Awan menegaskan, pengelola tempat hiburan menyediakan sarana protokol kesehatan Covid-19. Sementara pengunjung dan karyawan wajib menerapkannya. “Apabila ada anggota yang yang kedapatan akan diproses,” jelasnya. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional