Operasi Pekat, Ribuan Liter Miras Disita Polisi

Polisi menunjukkan barang bukti miras yang berhasil disita dalam kegiatan operasi Pekat. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak sekitar 1.040 liter minuman keras (miras) berbagai merek berhasil disita aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) selama gelaran Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) sejak dua pekan terakhir.

Miras-miras tersebut diamankan di delapan lokasi berbeda. Dengan 14 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, atas dugaan peredaran miras secara ilegal.

Iklan

Kepada wartawan, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK., M.H., Rabu, 8 April 2020 kemarin, menjelaskan, operasi Pekat digelar sebagai upaya menekan potensi aksi kriminalitas. Dengan sasaran peredaran miras, judi dan prostitusi.

“Peredaran miras dinilai sebagai salah satu pemicu munculnya aksi kriminalitas. Sehingga oleh pihak kepolisian benar-benar menjadi atensi,” terangnya.

Miras yang diamankan tersebut mulai dari miras modern berbagai merek. Bahkan, banyak yang merupakan merek luar negeri. Termasuk miras tradisional jenis brem dan tuak.

“Yang paling banyak miras tradisional jenis tuak. Itu ada 686 liter,” tambah Budi.

Selain peredaran miras, Polres Loteng juga berhasil mengungkap sebanyak empat kasus perjudian. Seperti judi kartu dan bola adil. Dimana total ada 24 orang tersangka yang diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk yang tunai sebesar Rp6 juta.

“Kalau untuk kasus prostitusi, total ada tiga kasus yang kita ungkap. Dengan tiga pelaku sudah diamankan yang berprofesi sebagai mucikari,” jelasnya. Aksi prostitusi itu sendiri terjadi di salah satu hotel atau penginapan di wilayah Loteng.

Budi mengatakan, dengan adanya pengungkapan kasus miras, judi dan prostitusi tersebut menunjukkan kalau penyakit masyarakat masih ada di daerah ini. Untuk itu, pihaknya akan terus menggelar operasi serupa secara berkala.

Untuk bisa menekan potensi munculnya penyakit masyarakat. Karena penyakit masyarakat ini rentan memicu aksi kriminalitas di tengah masyarakat.

“Jadi peredaran miras, judi dan prostitusi ini bisa menjadi pemicu munculnya aksi kriminalitas. Sehingga untuk menekan aksi kriminalitas, penyakit masyarakat harus ditekan,” imbuhnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional