Operasi Pekat Jelang Ramadhan, Ribuan Liter Miras Dimusnahkan

Kapolres Lotim, Tunggul Sinatrio, bersama FKUB dan sejumlah pihak terkait lainnya melakukan pemusnahan miras hasil pengungkapan Operasi Pekat Rinjani 2021 Polres Lotim bertempat di Mapolres Lotim, Senin, 12 April 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Ribuan liter minuman keras (Miras) dimusnahkan oleh Polres Lombok Timur (Lotim), Senin, 12 April 2021. Pemusnahan miras ini merupakan hasil pengungkapan operasi penyakit masyarakat (Pekat) Rinjani 2021 Polres Lotim.

Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio, S.I.K., M.H., menyebut terdapat dua jenis kasus yang digelar, yaitu kasus judi dengan jumlah 5 kasus dan jumlah tersangka sebanyak 12 orang terdiri dari target operasi/TO, 1 orang, non TO sebanyak 11 orang.

Iklan

Barang bukti yang berhasil disita dari 12 orang tersangka berupa, uang tunai sejumlah Rp2.414.000,00, kartu remi sejumlah 4 set, HP sejumlah 7 buah, pesanan nomor togel hingga kartu ATM.

Sedangkan untuk kasus miras dengan jumlah kasus sebanyak 67 kasus dengan tersangka, 90 orang terdiri dari target operasi/TO sebanyak 4 orang dan non TO, 86 orang. Dari 90 orang tersangka itu, kata Kapolres, miras jenis brem sejumlah 713 Liter terdiri dari 66 botol plastik, 55 kantung plastik, 13 ember, 9 bak plastik, 15 jeriken dan 12 galon air.

 Selanjutnya untuk, miras jenis tuak sejumlah 1.505,5 Liter, di antaranya 1.141botol plastik, 94 kantung plastik dan 8 jeriken. Untuk bir bintang sejumlah 32 liter (52 botol kaca), bir hitam sejumlah 620 ml (1 botol kaca), anggur merah sejumlah 620 ml (1 botol kaca) serta beberapa jenis lainnya. Sedangkan untuk prostitusi nihil yang merupakan golongan penyakit masyarakat.

 “Dengan adanya operasi ini diharapkan kita semua dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang bulan Ramadhan 1442 Hijriah di wilayah Kabupaten Lotim,” pesan Kapolres.

Pemusnahan miras ini, Kepala Kejaksaan Lotim diwakilkan oleh Kasubsi Barang Bukti Muh. Saud, S.H., Kepala Kemenag Lotim, H. Sirojudin serta tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lotim serta beberapa pihak terkait lainnya.

Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Kapolres Lombok Utara, AKBP Fery Jaya Satriansyah, S.H., dalam jumpa pers Senin, 12 April 2021 mengungkapkan, kasus yang diungkap meliputi prostitusi dengan 1 kasus, perjudian 5 kasus, dan kasus minuman beralkohol paling banyak, 11 kasus. Polres mengamankan ratusan liter miras/miras bermerk dan tidak bermerk dari masyarakat. Satu-satunya kasus prostitusi yang berhasil diungkap terjadi wilayah Kecamatan Tanjung. Di mana pelaku, WS (56) masih diamankan sejak pengungkapan beberapa waktu lalu.

“Untuk kasus perjudian, Polres mengamankan 5 orang pelaku di empat lokasi, masing-masing dua di Kecamatan Kayangan, satu kasus di Tanjung dan satu kasus di Bayan,” ujar Fery.

Menyambut bulan suci Ramadhan ini, Polres juga memberi atensi terhadap penyebaran miras di masyarakat. Oleh karenanya, dalam Operasi Pekat ini, Polres mengatensi dengan menyita miras dari tangan penjual.

Pengamanan miras  ini paling banyak. Sebarannya, 3 di Kecamatan Bayan, 3 di Kecamatan Pemenang, 2 di Kecamatan Kayangan, 2 di Kecamatan Gangga.

Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP Anton Rama Putra, SIK., mengungkapkan dua kasus tindakan asusila. Kasus pertama,  melibatkan pelaku RH dengan korban SM (14) – yang tidak lain anak tiri pelaku. Pelaku yang beralamat Kabupaten Lumajang ini, menjalankan aksinya saat tinggal kos-an di Bali, namun berhasil diciduk di Lombok Utara.

Sementara kasus kedua, melibatkan pelaku IKS dengan korban siswi sekolah di wilayah kecamatan Bayan. “Kini kedua pelaku sudah ditahan di Mapolres Lotara,” kata Anton. (yon/ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional