Operasi Patuh Gatarin 2020, Fatalitas Kecelakaan Meningkat

Anggota polisi lalu lintas menegur pengendara yang lalai menggunakan masker dalam razia Operasi Patuh Gatarin 2020 di Jalan Langko, Ampenan, Mataram, Selasa lalu.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Operasi Patuh Gatarin 2020 menjaring 10.806 pelanggar lalu lintas. Diantaranya 6.707 pelanggar disanksi teguran dan 4.099 disanksi tilang. Pelanggaran paling banyak yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Sementara kecelakaan lalu lintas menyebabkan 12 orang meninggal dunia dari 26 kasus.

“Tiga jenis pelanggaran didominasi pelanggaran helm SNI, pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman, dan kendaraan terbuka yang mengangkut orang,” ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dikonfirmasi Kamis, 6 Agustus 2020.

Iklan

Operasi Patuh Gatarin resmi berakhir pada Rabu lalu setelah 14 hari waktu pelaksanaannya. Operasi patuh kali ini juga sebagai wahana pendisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Yang tidak pakai masker hanya disanksi teguran,” terangnya.

Khusus pada pelanggaran lalu lintas, jumlah penindakan berkurang 46 persen. dari 20.306 sanksi pada operasi tahun 2019 menjadi hanya 10.806 pada tahun 2020 ini.

Penindakan pelanggaran pengguna sepeda motor paling banyak pada pelanggaran helm SNI sebanyak 2.703 kasus; melawan arus 34 kasus; menggunakan ponsel saat berkendara tiga kasus, dan pengendara di bawah umur 159 kasus.

Sementara pada pengemudi mobil pelanggaran terbanyak melawan arus 36 kasus; pengemudi tanpa sabuk pengaman 249 kasus; dan pengemudi di bawah umur 18 kasus.

“Pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor yang paling banyak melanggar lalu lintas dengan 3.556 pengendara, mobil penumpang 272 pelanggar, mobil bus 17 pelanggar, dan mobil barang 244 pelanggar,” sebut Artanto. Usia pelanggar didominasi pelaku umur 21-25 tahun, disusul umur 16-20 tahun, dan 26-30 tahun.

Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas, sambung dia, sebanyak 26 kasus atau menurun 21 persen dibandingkan tahun 2019. Dampaknya, 12 orang meninggal dunia atau naik 71 persen dari tahun sebelumnya dengan tujuh korban meninggal dunia dari 33 kasus kecelakaan. Untuk luka berat dialami lima orang, dan 26 orang luka ringan. “Semua kecelakaan terjadi karena kelalaian manusia,” ucap Artanto. (why)