Operasi Pasar Gula PT. SMS dan Pemprov NTB Terapkan “Physical Distancing”

Kegiatan operasi pasar gula kerjasama PT. SMS dengan Pemprov NTB. (Suara NTB/ars)

Mataram (suarantb.com) – Dinas Perdagangan Provinsi NTB dengan PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) berkolaborasi untuk membantu menekan harga gula yang melonjak di pasaran. Operasi pasar dilakukan lima hari berturut turut dengan tetap menerapkan Physical Distancing atau disiplin jaga jarak.

Pemandangan itu nampak di kegiatan operasi pasar gula di Pasar Mandalika dan Pasar Dasan Agung, Rabu, 20 Mei 2020. Sejak dibuka Pukul 08.30 Wita, warga ramai berdatangan. Ada yang memang pengunjung pasar, sebagian secara khusus datang untuk membeli gula. Kepala pasar dibantu anggota Bhabinkamtibas mengarahkan warga agar tidak berkerumun. Pembeli diharuskan antre pada jarak 1,5 meter sebelum diijinkan membeli. “Kami menerapkan disiplin jaga jarak untuk cegah Covid – 19,” kata Kepala Pasar Mandalika, Ismail.

Iklan

Menurut Nurita, salah seorang pembeli, baru kali ini mendapat gula dengan harga murah. Karena beli di kios dan pasar tradisional, sudah mencapai Rp 17 ribu. “Alhamdulillah, saya dapat sesuai dengan HET, Rp 12.500,” kata Nurita.

Manajer Media & External Relation PT. SMS, Muhammad Haryanto (dua dari kanan), memantau langsung proses operasi pasar gula. (Suara NTB/ars)

Proses operasi pasar itu diawasi langsung Kabid Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Ni Nyoman Darmilaswati. Sejak Pagi, ia memantau proses operasi pasar di dua pasar tradisional tersebut. “Hanya sekitar 2 jam, gulanya sudah habis,” katanya. Ada satu ton gula yang dijual dengan HET pagi itu, dengan batas maksimal pembelian 2 kilogram. Operasi pasar itu digelar sesuai hasil koordinasinya dengan PT. SMS, pabrik gula di Kabupaten Dompu yang jadi satu satunya penyedia saat ini. Sedianya ada lima pasar di Mataram yang jadi sasaran OP, namun karena pertimbangan keamanan saat Covid, maka hanya dipenuhi di Mandalika dan Dasan Agung.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si menjelaskan, operasi pasar ini digelar untuk menstabilkan harga gula di pasar umum. Pantauannya, operasi pasar sukses digelar di Mandalika dan Dasan Agung. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan berpindah pindah pasar, tergantung permintaan. Khusus di Kota Mataram, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan setempat.

PT SMS memang sejak awal menjamin ketersediaan gula di NTB. Pabrik yang beroperasi di Kabupaten Dompu itu memproduksi 500–600 ton gula setiap hari.
Pabrik yang jadi bagian dari Samora Group mengelola lahan 5.500 hektare di Kabupaten Dompu. Pabrik utama di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat juga terus beroperasi selama pandemi Covid1-19.
PT. SMS akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya menjamin stok gula dengan harga yang sesuai standar yang sudah ditetapkan. “Operasi Pasar yang telah dilakukan di beberapa titik di wilayah NTB adalah wujud komitmen pihaknya dalam memberi kontribusi nyata dalam membantu stabilkan harga gula di pasaran,” kata Direktur Support Service PT.SMS, Sawedi Muhammad.

Warga NTB tidak perlu khawatir dengan isu kelangkaan gula. Apalagi sampai hilang dari pasaran. ”Kami berkomitmen berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah,” katanya.
Manajer Media & External Relation Muhammad Haryanto yang memantau langsung proses operasi pasar. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang menjadi penyelenggara kegiatan operasi pasar tersebut. Sejauh pengamatannya hingga siang, operasi pasar berjalan lancar dan disambut antusiasme masyarakat. “Ini artinya, warga benar benar membutuhkan gula sebagai kebutuhan pokok mereka,” ujar Haryanto. PT.SMS, katanya, memahami situasi pandemi saat ini, sehingga menggelontorkan bantuan lebih banyak dari operasi pasar sebelumnya hanya 500 kilo per titik, selanjutnya menjadi 1 ton per titik. (ars/*)