Operasi Lilin 2020, Lotim Antisipasi Pelanggaran Protokol Kesehatan

Apel gelar pasukan  Operasi Lilin Tahun 2020, Senin, 21 Desember 2020 di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lotim, Drs. H. M. Sukiman Azmy., MM kembali mengingatkan untuk memperketat 3M. Hal ini dikarenakan kasus Covid-19 di Kabupaten Lotim semakin meningkat. Kasus Covid-19 yang terkonfirmasi sampai Senin kemarin sebanyak 669 pasien terkonfirmasi positif  dengan rincian 52 orang masih isolasi, 584 sembuh, dan 26 meninggal dunia. Kondisi ini menurut bupati cukup meresahkan.

Terjadinya penambahan kasus, kata bupati, tidak dipungkiri akibat menurunnya kesadaran masyarakat akan dampak dan penyebaran Covid-19. Karenanya ia meminta seluruh pihak menaati protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Ia juga menekankan kepada tokoh masyarakat diharapkan dapat mengingatkan kembali penerapan 3M untuk memperlambat kembali laju penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Iklan

Hal itu disampaikan bupati dalam gelar pasukan  Operasi Lilin Tahun 2020, Senin, 21 Desember 2020 di halaman Kantor Bupati Lombok Timur. Apel ini diikuti anggota Polres Lotim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, dan sejumlah elemen terkait lainnya. Bertindak Kapolres Lotim sebagai pembina upacara.

Kapolres pada kesempatan tersebut membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz. Ditegakannya apel gelar pasukan ini merupakan  bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan Perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

Operasi Lilin akan berlangsung 15 hari mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ditekankan peningkatan aktifitas masyarakat pada pusat keramaian pada hari Raya Natal dan Tahun Baru akan sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Karenanya, Polri telah mempersiapkan sebanyak 154.839 pasukan gabungan TNI/Polri yang terdiri dari 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, Bandara, Pelabuhan, dan lainnya.

Kapolri berharap seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta bertindak secara tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional