Operasi Keselamatan Rinjani 2021, Sepeda Motor Pakai Lajur Kiri, Mobil Lajur Kanan

Kapolda NTB Mohammad Iqbal membantu pengendara sepeda motor mengenakan helm saat kampanye safety riding, Senin, 12 April 2021 dalam rangka kegiatan Operasi Keselamatan Rinjani 2021.(Suara NTB/Humas Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Para pengguna jalan wajib lebih hati-hati saat berkendara. Razia Operasi Keselamatan Rinjani 2021 banyak mengintai. Tapi tenang, razia ini Operasi keselamatan 80 persennya tentang imbauan. Mulai dari penerapan protokol Covid-19, larangan mudik, serta ketertiban lalu lintas.

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Rinjani 2021, Senin, 12 April 2021 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB. “Kita harus menyelamatkan semua pengguna jalan,” ucapnya. Operasi ini berlangsung selama 14 hari. Mulai 12 April hingga 25 April. Tujuannya menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas selama bulan Ramadhan.

Iklan

Polda NTB punya konsep operasi yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Bentuknya razia dengan menekankan keselamatan dan pertanggunjawaban pengguna jalan di jalan raya. “Itu safety and responsible campaign. Kampanye dengan safety riding. Kita memang harus tanggung jawab pada diri sendiri, yang kita bonceng, dan pengguna jalan lain,” sebutnya.

Pola pikir seperti ini jika ditanamkan pada setiap pengguna jalan maka niscaya angka kecelakaan lalu lintas akan bisa diminimalisasi. Selain dari upaya kepolisian dalam pengaturan dan penertiban lalu lintas. Kampanye ini digelar dengan merekayasa lalu lintas di jalan satu arah Jalan Langko, Ampenan, Mataram. Polisi memasang pembatas jalan untuk memisahkan lajur kiri dan kanan dengan masing-masing peruntukan sesuai jenis kendaraan.

Lajur kiri untuk kendaraan roda dua. Sementara lajur kanan untuk kendaraan roda empat. “Ini menstimulan, memotivasi seluruh pengguna jalan agar tertib lalu lintas,” jelas Iqbal. Kapolda menyebutnya dengan kanalisasi penggunaan jalan. Kampanye ini berangkat dari perilaku para pengendara yang belum tertib melaju di lajur yang sesuai. Pergantian lajur ini kerap menyebabkan kecelakaan.

Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Noviar menjelaskan, pihaknya tetap akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. “Penegakan hukum terhadap kecelakaan yang timbulkan fatalitas. Misalnya kendaraan yang ugal-ugalan yang berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain,” terangnya.

Noviar menyebut Operasi Keselamatan ini 80 persennya berupa imbauan. Seperti pengendara roda dua wajib mengenakan helm, pengemudi mobil menggunakan sabuk pengaman, dan larangan melawan arus lalu lintas. “Berdasarkan data sejak Januari, ada penurunan kecelakaan lalu lintas 30 persen. Baik itu kuantitas maupun kualitasnya. Ini akan terus kita tekan melalui operasi ini,” tutup Noviar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional