Operasi Jaran Polres Mataram, Pelaku Curat Paling Banyak Ditangkap

Kapolres Mataram Saiful Alam menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus 3C yang terjaring dalam Operasi Jaran 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Operasi Pemberantasan Kejahatan Kekerasan (Jaran) Polres Mataram membuahkan penangkapan 81 tersangka. Mereka yang paling banyak ditangkap yakni pelaku pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor.

Hal tersebut sesuai dengan kerawanan paling tinggi di wilayah hukum Polres Mataram, yakni Curanmor kemudian diikuti pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (Curas). “Semua tersangka ini dari total 101 kasus kejahatan yang sudah kita ungkap,” ujar Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam dikonfirmasi Rabu, 6 Februari 2019 kemarin.

Iklan

Operasi Jaran digelar selama 14 hari sejak Senin (21/1) lalu dan berakhir pada Minggu (3/2) tanggal 21 Januari hingga 3 Februari 2019. Operasi itu mengkhususkan perburuan terhadap para pelaku kejahatan konvensional seperti curas, curanmor, dan curat.

Selama pelaksanaan operasi, Polres Mataram mengungkap 101 kasus dengan total tersangka 81 orang.

“Terdiri dari pencurian dengan pemberatan 64 tersangka, pencurian dengan kekerasan tujuh tersangka, dan curanmor 10 tersangka,” urai Saiful. Sebanyak 12 tersangka masih di bawah umur.

Barang bukti yang disita dari sejumlah kasus tersebut, yakni 49 sepeda motor, ban mobil, laptop, ponsel pintar, dan perhiasan serta uang tunai Rp7 juta.

Dia mengimbau para orang tua untuk lebih mendekatkan diri dengan anak-anak, berangkat dari jumlah anak di bawah umur yang banyak tertangkap karena kasus pencurian tersebut.

“Saya akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan kejahatan sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Alam. (why)