Operasi Jaran, 38 Sepeda Motor dan 4 Mobil Hasil Curian Diamankan Polda NTB

Mataram (suarantb.com) – Polda NTB beserta  jajaran Polres menggelar operasi kejahatan terhadap kendaraan (jaran). Operasi tersebut digelar selama dua pekan. Namun, baru dalam tempo waktu sepuluh hari, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan 38 unit kendaraan roda dua dan empat unit mobil hasil curian. Hal tersebut diungkapkan dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Selasa, 25 Oktober 2016.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti mengatakan, selama sepuluh hari operasi dari tanggal 14 Oktober 2016 hingga 24 Oktober 2016, dilakukan operasi jaran, dan juga menjadi sasaran kasus 3C (curanmor, curas, dan curat).

Iklan

Sebanyak 66 kasus berhasil diungkap pihak kepolisian. “Kasus curanmor diungkap 23 kasus. Kendaraan bermotor diamankan 38 unit dan empat unit mobil, semuanya hasil curian. Diamankan juga 4 biji kunci T dan 11 biji anak kunci T,” ujarnya di halaman Mapolda NTB.

motor curian

Selain curanmor, pihak kepolisian juga telah mengungkap 13 kasus curas. Tiga diantara korbannya adalah warga negara asing. Sementara untuk kasus curat, berhasil diungkap sebanyak 30 kasus, dengan barang bukti yang berhasil diamankan yakni 16 ponsel, empat buah TV, tiga buah kipas angin, tiga buah leptop, dan tiga buah parang.

Diamankan juga dua gram cincin emas, dua buah genset, satu pompa air, satu kompor, satu printer, satu sepeda Polygon, dan uang tunai Rp 49.944.000.

Dari 31 orang target operasi, petugas berhasil menangkap 79 pelaku. Sebanyak 22 pelaku merupakan target operasi, dan 57 pelaku bukan merupakan target operasi.

Sementara, Kasubdit III Dit Reskrimum Polda NTB, AKBP Kholilur Rochman, SH, SIK, MH mengatakan semua pelaku merupakan orang dewasa. Kholilur juga mengatakan pelaku curanmor telah berafiliasi dengan tindak pidana lain yakni narkoba.

“Jadi ada beberapa tersangka curanmor yang sudah positif menggunakan narkoba dan juga barang bukti sabu-sabu. Artinya sudah ada pergeseran dan berafiliasi menjadi pengguna narkoba,” ungkapnya.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih terus mengembangkan kasus-kasus tersebut dengan menginterogasi para pelaku yang berhasil ditangkap pihak kepolisian. Sementara, bagi warga yang merasa kehilangan kendaraan bermotor, dapat mengeceknya secara langsung pada masing-masing Polres. (szr)