Operasi Bayi Kembar Siam Terkendala Pandemi Covid-19

Tim dokter spesialis operasi bayi kembar siam Kabupaten Lombok Timur saat melakukan Video Meeting dengan tim medis Dr. Soetomo Surabaya Jawa Timur untuk mempersiapkan operasi, Kamis, 27 Agustus 2020.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) menjadi alasan utama belum dilaksanakannya operasi pemisahan bayi kembar siam, Inaya dan Anaya. Tim medis dari Dr. Soetomo Surabaya sebebarnya sudah sangat siap datang ke RSUD Dr. Soedjono Selong sebagai tempat operasi digelar.

Ketua Tim Operasi Kembar Siam RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Agus Harianto dalam kegiatan video meeting dengan tim di Lotim, Kamis, 27 Agustus 2020 menjelaskan, pihaknya sebenarnya juga menginginkan segera melakukan operasi pemisahan. Dia katakan, operasi akan bisa dilakukan setelah Indonesia dinyatakan bebas dari Covid-19.

Iklan

Disebut, kegiatan operasi yang dilakukan ini butuh waktu dan persiapan yang panjang. Setidaknya butuh waktu sekitar tiga bulan melakukan pemantauan. Tidak diinginkan, operasi berhasil namun setelah operasi justru Inaya dan Anaya ini terpapar Covid.

Menurut dr. Agus, setelah melihat keadaan Inaya dan Anaya, dokter spesialis anak dan konsultan senior kemungkinan besar bisa dilakukan pemisahan. Operasi pun katanya bisa digelar di RSUD Selong. Dalam kegiatan operasi ini, pengalaman di Surabaya, tim melibatkan 125 orang tenaga medis.

Hal senada diutarakan Wakil Ketua Tim, dr. Poerwadi. Tim dokter spesialis yang sudah melakukan operasi lebih dari 100 orang bayi kembar siam se Indonesia ini mengatakan, situasi Covid ini membuatnya tidak bisa ke mana-mana. “Jangankan ke luar daerah, ke rumah sakit Dr. Soetomo sendiri kami dilarang,” tutur dokter yang sudah berusia 71,5 tahun ini.

Operasi diyakinkan bisa digelar di RSUD Selong. Dokter ini pun meminta Selong melengkapi peralatan yang belum lengkap. Kegiatan operasi di Selong ini memang menjadi arahan dari tim medis Surabaya. “Daripada dibawa ke Surabaya membuang-buang dana, kan mubazir. Lebih baik dananya digunakan untuk yang lebih bermanfaat,” sarannya.

Sementara itu, Direktur RSUD R. Soedjono Selong, dr. Tantowi Jauhari mengatakan, dia sangat memaklumi kondisi pandemi saat ini membuat tim medis dari Surabaya tidak bisa datang ke Lotim. Para dokter spesialis yang sudah terbukti berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam ini adalah aset negara. Sehingga perlu juga dijaga.

RSUD Selong sendiri, katanya sudah sangat siap. Peralatan yang dibutuhkan untuk operasi sangat lengkap. Tim medis disiapkan sekitar 40 orang. Mulai dari dokter bedah, anestesi dan tenaga ahli lainnya.

Dr. Putu Dian berikutnya menerangkan, perkembangan Inaya dan Anaya saat ini cukup baik. Berat bayi kembar siap yang saat ini berusia 15 bulan ini sudah 15 kg. Berat lahirnya sendiri diketahui 3,6 kg.

Bayi yang lahir pada 8 Mei 2019 itu masuk kategori kembar siam Xiphoomphalophagus. Semenjak usia kehamilan lima minggu, tetap dilakukan kontrol oleh dokter kandungan. Usia delapan bulan kemudian ibu bayi kembar siam ini mengalami demam dan bengkak. Proses lahiran dengan opersi.

Pertumbuhan bayi katanya sesuai usia dan ada yang mulai bicara satu dua kata. Hampir semua organ tubuh ada pada kedua bayi kembar ini. Kecuali hatinya. Menurut tim kembar siam Dr. Soedjono Selong ini, Anaya yang kondisinya normal. Sedangkan Inaya mengalami VSD perimembranous kecil. (rus)