OPD Penunjang PAD Tak Didukung Anggaran Memadai

Petugas Disperkim Lobar sedang memperbaiki lampu PJU yang rusak. Sayangnya, mobil tangga berjalan  ini rusak akibat minimnya biaya pemeliharaan.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Ironis, organisasi perangkat daerah (OPD) penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak didukung oleh anggaran yang memadai. Seperti halnya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) yang notabene mem-back up pendapatan dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) senilai Rp26 miliar lebih setahun justru tidak diberikan anggaran operasional yang memadai.

Ditambah lagi biaya perbaikan peralatan. Bahkan alat mobil tangga berjalan untuk penanganan lampu PJU saat ini rusak. Jangankan untuk biaya pemeliharaan alat, kondisi peralatan penanganan PJU sendiri masih minim sekali.

Iklan

Politisi PKS, Ahyar Rosidi menyayangkan OPD yang memiliki potensi besar untuk menyokong PAD justru tidak diberikan anggaran memadai. “Kenapa Pemkab tidak memberikan perhatian lebih baik dari sisi program dan anggaran kepada OPD penyokong PAD.? Justru ini menjadi pertanyaan kami,” tegasnya.

Seharusnya OPD yang bisa mendukung PAD diberikan dukungan baik dari sisi program maupun penganggaran. Padahal disektor PJU ini tidak saja menyokong PAD dari PPJ, akan tetapi jauh lebih penting adalah untuk menyokong pelayanan publik. Kenapa Pemkab tidak memberikan perhatian? Ia mengaku tidak tahu kondisi di eksekutif. Kemungkinan kata dia ada program yang dinilai lebih penting, apalagi di tengah kondisi pandemi. Pihaknya akan mempertanyakan hal ini pada saat pembahasan APBD perubahan.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar, Nyoman Sugiarta mengaku biaya pemeliharaan dan operasional memang minim. Tiap tahun justru menurun. “Tahun 2016 dana perawatan diberikan Rp600 juta, sekarang hanya Rp100 juta lebih. Padahal tahun ini jauh lebih banyak lampu dibanding tahun 2016,” imbuhnya.

Ia berharap seharusnya dengan bertambahnya jumlah lampu, anggaran perawatan bisa bertambah. Apalagi saat ini yang paling tragis, alat mobil tangga berjalan  untuk perbaikan PJU sudah sering rusak. “Sekarang kondisinya sedang rusak, sehingga teman-teman kalau ada perbaikan pakai tangga biasa untuk naiknya. Berisiko,” ujarnya.

Bicara PJU, pihaknya bisa menyokong PAD dari PPJ Rp26 miliar. PPJ saja surplus Rp11 miliar masuk ke daerah. Kalau saja Rp500 juta saja untuk pemeliharaan, maka akan sedikit meningkatkan pelayanan. “Karena di PJU ini, tidak saja mendukung PAD, tapi juga pelayanan ke masyarakat,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional