OPD Harus Percepat Tender

Mataram Craft Center yang terletak di Kelurahan Pagesangan merupakan salah satu proyek yang akan dikerjakan melalui DAK dari pemerintah pusat. OPD diultimatum segera mengajukan lelang sebelum akhir Agustus mendatang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengultimatum organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat mengajukan dokumen tender proyek. Penggunaan dana alokasi khusus (DAK) ditargetkan atau di deadline harus terkontrak 31 Agustus mendatang. Pemerintah pusat akan menarik anggaran jika tak memenuhi target.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan, pemerintah pusat mengembalikan sekitar Rp17 miliar dana alokasi khusus (DAK) ke Pemkot Mataram. Anggaran ini rencananya akan didistribusikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian.

Iklan

Gambaran umumnya adalah, pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK diberikan tenggang waktu sampai akhir Agustus sudah terkontrak. Resikonya dana akan ditarik kembali jika OPD tidak memenuhi target tersebut. “OPD kita ultimatum percepat proses tender,” kata Mahmuddin dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis, 9 Juli 2020.

Dokumen perencanaan sebagian besar sudah selesai dikerjakan. Tetapi ada kegiatan yang membutuhkan dana pendamping. Seperti honor pejabat pembuat komitmen (PPK), kelompok kerja dan sebagainya. Mahmuddin mengharapkan hal ini bisa berjalan secara pararel.

Dengan sisa waktu selama sebulan lebih, dia memastikan pelaksanaan tender bisa berjalan sesuai target. Dengan catatan tidak ada sanggahan dari rekanan lain atau tender ulang proyek karena rekanan tidak ada yang memenuhi kualifikasi. “Nah, ini yang repot. Kalau proses tender paling tidak tiga minggu selesai,” ujarnya.

Dia tidak menginginkan anggaran itu ditarik kembali oleh pemerintah pusat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mempercepat penyelesaian dokumen dan segera diajukan tender.

Kepala Dinas Pertanian, Ir. H. Mutawalli menambahkan, anggaran DAK diperoleh Rp800 juta. Dana ini akan digunakan untuk pembuatan sumur bor di tujuh titik di Kota Mataram. Pola pengerjaannya dengan sistem swakelola. “Insya Allah, sebelum 31 Agustus bisa dikerjakan karena swakelola,” kata Mutawalli.

  Inspektorat Audit Tiga Proyek Pasar Disdag Kota Mataram

Menurutnya, Kementerian Pertanian langsung mentransfer bantuan dana ke kelompok tani. Pihaknya sama sekali tidak bersentuhan dengan anggaran tersebut. Cumahanya terlibat membantu secara teknis pembangunan sesuai spesifikasi. Menjadi kendala katanya, petunjuk teknis penggunaan dana tersebut karena sistem pengerjaannya melalui padat karya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here