Ongkos Umrah Diprediksi Naik 15 Persen Lebih

Kegiatan umrah jemaah Arofahmina di tanah suci, sebelum pandemi Covid-19.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ongkos ibadah umrah diprediksi mengalami kenaikan, sebagai dampak pandemi Covid-19. Kenaikannya diperkirakan lebih dari 15 persen.

Nanang Supriadi, Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji (PATUH) Provinsi NTB mengatakan, prediksi akan terjadinya kenaikan ongkos umrah lebih karena prosedur protokol kesehatan dan kenaikan pajak-pajak yang berpotensi diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Iklan

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia, termasuk para biro perjalanan haji dan umrah belum mendapatkan bocoran kapan akan dibukanya “tanah suci” untuk pelaksanaan ibadah umrah.

Menurut pemilik Arofahmina Lombok ini, hingga saat ini, travel umrah dan haji yang beroperasi di NTB juga menunggu kepastian dari pemerintah. Arab Saudi, maupun Indonesia.

Sejak pandemi Covid-19, nyaris seluruh kegiatan travel haji dan umrah di NTB mati suri. Sudah berlangsung beberapa bulan. Hingga kini, sejumlah perusahaan juga belum membuka layanan langsung. Hanya beberapa saja yang membuka kantor. Termasuk Arofahmina di Pajang Mataram, setelah pemerintah resmi memberlakukan kenormalan baru.

Arofahmina Lombok sendiri tertunda memberangkatkan hampir seratus calon jemaah umrah. Jika digabung dengan travel umrah dan haji lainnya yang beroperasi di NTB, diperkirakan jumlahnya ribuan yang menunggu kepastian. Dalam kondisi normal, setiap bulan rata-rata pengiriman jemaah umrah dari NTB sebanyak 3.000 sampai 5.000 jemaah.

Nanang mengatakan, meski pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji untuk musim haji 1441 H/2020 ini, kegiatan ibadah haji di Arab Saudi tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah Arab Saudi. Diperkirakan September umrah telah dibuka, dan jemaah diberangkatkan November, Desember.

Alhamdulillah tidak ada informasi adanya jemaah yang menarik dana yang sudah disetor. Karena jemaah sudah memaklumi wabah corona ini bencana global,” imbuhnya.

Harapannya, jemaah juga tetap komitmen untuk tidak menarik dananya. Apalagi dana-dana yang sudah masuk telah dibelanjakan oleh agen. Untuk pembelian tiket pesawat, booking hotel, dan kelengkapan umrah.

Untuk jemaah-jemaah yang sudah menyetor dananya, Nanang mengatakan tidak terkena perubahan biaya umrah. Dalam waktu tak lama lagi, diperkirakan akan diumumkan kenaikan biaya umrah karena pandemi Covid-19.

“Dari yang biasa Rp28 juta bisa menjadi Rp32 juta. Karena memungkinkan akan ada pembebanan kenaikan pajak-pajak dai biaya-biaya lain untuk protokol kesehatan di Arab Saudi. Jemaah yang mendaftar sebelum adanya pengumuman kenaikan biaya, tentunya tidak terkena dampak,” demikian Nanang. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional