Omprongan Tembakau di Kidang Terbakar

Puing bangunan omprongan tembakau yang terbakar dan sisa daun tembakau yang tidak tersentuh api pada kebakaran di Desa Kidang, Praya Timur, Rabu, 4 Agustus 2021.(Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Nasib apes dialami Amaq Lidya, warga Dusun Pengantap Desa Kidang Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng). Rabu, 4 Agustus 2021, bangunan omprongan tembakau miliknya ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun pemilik bangunan harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah, akibat kejadian tersebut.

“Kejadian kebakarannya terjadi pada Rabu pagi,” sebut Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., melalui Kapolsek Praya Timur Iptu Sayum, Rabu, 4 Agustus 2021. Pertama kali kebakaran diketahui dua orang warga Amaq Ridwan (46) dan Alimuddin (45) yang pada saat kejadian tengah berada di dekat bangunan tersebut.

Iklan

Awalnya, asap tebal keluar dari bangunan yang saat itu penuh dengan daun tembakau. Tidak lama berselang api pun berkobar membakar bagian atap bangunan. Warga yang mengetahui hal itu langsung berusaha memadamkan api dengan bantuan warga lainnya, menggunakan peralatan seadaanya.

Namun usaha warga tak kunjung membuahkan hasil. Api masih saja menyala hingga nyaris membakar hampir seluruh bagian bangunan. Upaya memadamkan api baru bisa dilakukan setelah mobil pemadam kebakaran Loteng tiba di lokasi kejadian. Hampir satu jam, petugas dan warga memadamkan api.

“Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 wita, setelah satu unit pemadam kebakaran Loteng datang memberikan bantuan,” sebut Sayum. Akibat kebakaran tersebut, daun tembakau milik Amaq Lidya turut terbakar. Sehingga perkiraan awal, kerugian akibat kebakaran tersebut sekitar Rp60 juta.

Untuk penyebab kebakaran sendiri, Sayum mengatakan saat ini masih diselidiki. Namun dari keterangan yang diperoleh, penyebab kebakaran diperkirakan karena adanya daun tembakau yang jatuh ke tungku omprongan yang kemudian menyulut api. Kondisi tiang penyangga tempat menggantung  tembakau yang sudah lapuk dan tidak layak, disinyalir mempercepat kobaran api.

“Total daun tembakau yang ada di dalam bangunan omprongan tersebut dan ikut terbakar sekitar tujuh ton. Dengan kegiatan omprongan tembakau sendiri sudah berlangsung selama dua hari,” tambahnya.

Pihaknya menghimbau para petani tembakau agar lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan omprongan tembakau. Bila perlu sebelum melakukan omprongan tembakau, memeriksa kondisi bangunan serta tiang gantungan tembakau, apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Supaya kasus kebakaran tersebut tidak terulang kembali. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional