Pembangunan Padepokan Silat di Lotim Tertunda

Ilustrasi Silat (suarantb.com/commons.wikimedia.org)

Selong (Suara NTB) – Lombok Timur (Lotim) batal membangun padepokan silat pada 2020 mendatang. Janji Bupati H M Sukiman Azmy yang diampaikan saat pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lotim tersebut belum bisa diwujudkan. Hal ini sangat disayangkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lotim.

Ketua IPSI Lotim, Rusman saat ditemui di Selong, Kamis, 12 Desember 2019 mengemukakan sangat mendambakan padepokan silat indoor tersebut segera bisa dibangun. “Insan pencak silat sangat membutuhkan ruang khusus sebagai tempat pemusatan latihan,” ungkapnya.

Dituturkan, Bupati Lotim meminta IPSi bisa menorehkan lima medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2021 mendatang. Tidak adanya tempat latihan yang representatif ini membuat Ketua IPSI Lotim ini pesimis bisa mewujudkannya.

Dikatakan, butuh waktu persiapan yang cukup panjang baru bisa mewujudkan target. “Meraih satu medali emas itu tidak gampang,” ungkapnya. Janji Bupati diharapkan bisa diwujudkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lotim. Dengan demikian, para pesilat akan antusias dalam olahraga.

Dalam melakukan latihan sejauh ini pengurus IPSi selalu menyewa gedung. Mulai dari sport hall disewa rata-rata 100 ribu perjam. Gedung pemuda Rp1,5 juta perhari. Gedung wanita Rp2,5 juta per hari.

Dibutuhkan tempat yang cukup memasang matras 10 x 10 meter atau 100 meter persegi. “Apabila ada gedung yang dihibahkan untuk IPSI kan tidak perlu membangun,” ungkapnya. Setelah pembangunan padepokan silat ini, dipastikan semua cabang olahraga bisa menggunakannya. Baik silat, wushu, karate, kempo, taekwondo, boxer maupun yang lain.

Kepala Dinas Dispora Lotim, Izzudin yang dikonfirmasi via ponselnya mengakui padepokan silat indoor tersebut memang tidak bisa direalisasikan pada tahun 2020 mendatang. Anggaran pembangunan padepokan dinilai terlalu besar. Dibutuhkan Rp 2,4 miliar baru bisa dibangun sesuai dengan harapan.

Tahun 2020, Dispora Lotim mengutamakan dulu pembangunan kolam renang di komplek Gelanggang Olahraga (GOR) Selong. Anggarannya disebut tidaklah terlalu besar. Cukup Rp 1 miliar sudah bisa memperbaiki kolam renang yang dinilai sudah cukup lama tidak  bisa difungsikan. Kolam renang ini juga menjadi salah satu sumber PAD ke depan sehingga hal ini menjadi salah satu alasan mendahulukan pembangunannya.

Sementara itu, diakui Izzuddin, padepokan silat ini merupakan janji Bupati. Dipastikan selama periode kepemimpinan Bupati Sukiman Azmy, padepokan Silat tersebut akan diwujudkan. Tidak bisa tahun 2020, tahun 2021 akan coba diupayakan. (rus)