Popnas 2019, Perolehan Medali NTB Belum Sesuai Target Cabor

Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin (berhijab) didampingi Kabid Keolahragaan Dispora NTB, Anang Zulkarnain tengah memimpin Rapat Evaluasi Hasil Popnas 2019 di Aula Rapat Kantor Dispora NTB, Rabu (27/11). (Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin mengatakan bahwa perolehan medali NTB di Pekan Olahraga Pelajar (Popnas)XV di Jakarta-15-25 November 2019, yakni 1 emas, 4 perak dan 5 perunggu belum sesuai target atau  ekspektasi pelatih. Terkait dengan hasil tersebut, pihak Dispora meminta penjelasan masing-masing pelatih cabor lewat rapat evaluasi Popnas.

Rapat evaluasi hasil Popnas XV/2019  yang di gelar di Aula Kantor Dispora NTB, Rabu , 27 November 2019, dipimpin  langsung oleh Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin. Hadir Kabid Keolahragaan Dispora NTB, Anang Zulkarnain dan pengurus cabor  dan pelatih delapan cabor yang diikuti NTB di Popnas 2019.

Dalam rapat evaluasi tersebut, masing-masing pelatih cabor diminta untuk memaparkarkan prestasi yang telah diraih oleh atlet cabor di Popnas 2019. “Hasil perolehan medali NTB belum  sesuai dengan target atau ekspetasi masing-masing cabor. Saya ingin mendengar langsung alasan masing-masing pelatih dan pengurus cabor,” ucap Kadispora NTB saat memimpin rapat.

Dalam penyampaian masing-masing pelatih cabor terdapat tiga cabang olahraga yang dinilai belum mampu meraih target, yakni pencak silat, tarung derajat dan atletik. Hal itu disebabkan beberapa hal teknis dan non teknis.

Faktor non teknisnya adalah sport intelijen tidak berjalan dengan baik yang mengakibatkan cabor buta terhadap kekuatan lawan. Sementara itu faktor lainnya, usia latihan masih kurang karena sebagian atlet diperkuat atlet muda atau kelahiran 2003 yang minim pengalaman tanding. Diakuinya  minimnya pengalaman tanding membuat atlet NTB kurang maksimal tampil di arena pertandingan.

Di cabang olahraga pencak silat yang diperkuat lima atlet misalnya mengaku kaget melihat atlet andalannya, Iqbal dikalahkan oleh atlet yang tak pernah diperhitungkan di Popnas. “Saya kaget atlet kita Iqbal kalah dengan atlet yang tak pernah meraih juara di level nasional,” ucap Pelatih Silat Popnas NTB, M. Salabi. Ketidaktahuan pelatih silat terhadap kekuatan lawan diakui Kadispora NTB karena lemahnya kinerja sport intelijen, sehingga buta terhadap kemampuan atlet lain.

Sementara itu cabang olahraga atletik yang  menargetkan dua emas di nomor estafet 4×400 meter putri dan estafet 4×100 meter putra gagal capai target. Tim estafet 4×400 meter putri meraih medali perak dan tim estafet 4×100 putra gagal menyumbang medali. Justru  di nomor 400 meter perorangan yang tidak ditargetkan  malah menyubang medali emas melalui atlet KLU, Mirawan.

Sementara itu, cabor tarung derajat yang ditarget satu emas juga gagal meraih medali emas. Cabang olahraga unggulan NTB ini hanya mampu meraih satu medali perunggu. Menurut Pelatih Tarung Derajat Popnas NTB, Dedy Noorcholish, kegagalan cabang olahraga tarung derajat di Popnas 2019 dikarenakan dua atlet andalan NTB, Juliana Dewi dan Suryati batal turun di Popnas. Kedua atlet itu memilih ikut Pra-PON tarung derajat dan sukses meraih satu emas dan satu perunggu di Pra-PON yang pelaksanaannya bersamaan dengan Popnas.

Selanjutnya, cabor lain, seperti voli pasir, taekwondo dan renang yang tidak ditargetkan medali diakui sudah mampu meningkatkan prestasi di Popnas. Voli pasir misalnya tampil sebagai finalis dan meraih medali perak, demikian juga taekwondo juga berhasil menyumbang medali perak dan perunggu. Sementara renang  yang belum pernah menyumbang medali di Popnas berhasil meraih perunggu di Popnas 2019. Sedangkan karate dan bulutangkis yang tidak ditargetkan medali diharapkan bisa lebih baik lagi menghadapi Popnas mendatang. (fan)