Porkemi Dompu Kirim Delapan Atlet di Kejuaraan Antar Graha NTB

Delapan atlet Porkemi Dompu, didampingi dua pelatih siap berlaga di kejuaraan Antar Graha se-NTB, Kamis, 24 Oktober 2019. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Persatuan Olahraga Kempo Indonesia (Porkemi) Kabupaten Dompu, mengirim delapan atlet andalannya di kejuaraan Antar Graha se-NTB. Keberangkatan mereka mewakili wilayah ini, sekaligus menjadi laga perdana setelah akhirnya memisahkan diri dari Perkemi.

Dua medali emas pada kelas seni perseorangan jadi target utama cabor yang belum tergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tersebut.

Ketua Umum Porkemi Dompu, Aipda Viktor Leo Rema disela latihan persiapan atletnya menyampaikan, delapan orang yang dikirim akan berlaga di kelas Randori (tarung bebas), Tandoku (seni perseorangan) dan Embu (seni beregu).

“Target kita di laga perdana setelah menggantikan Perkemi di KOI ini sementara dua medali emas, terutama pada kelas seni perseorangan,” ungkapnya menjawab Suara NTB.

Baca juga:  Kantongi Dua Tiket PON, Pecatur NTB Catat Sejarah Baru

Kendati berangkat dengan biaya urunan karena tak mendapat dukungan anggaran KONI, ia optimis atlet dengan segudang prestasi yang sudah dimiliki bisa mengharumkan nama baik daerah dengan membawa pulang medali emas.

Dijelaskan, Porkemi ialah cabang olahraga pecahan Perkemi yang sudah mendapat pengakuan Komite Olahraga Indonesia atau KOI. Namun belum bisa bergabung ke KONI karena Perkemi masih dianggap sebagai organisasi yang sah.

“Padahal mereka ini (Perkemi) ini sudah tidak sah. Di KOI saja yang lebih tinggi dari KONI itu sudah diakui Porkemi ini,” tegasnya.

Dikatakannya Porkemi sebagai cabor Kempo yang sah karena dalam setiap pertandingan ada aturan baku yang mesti ditaati, mulai dari berat badan, usia dan sebagainya. Sementara di Perkemi sendiri, Lanjut Viktor Leo Rema, hanya melihat berat badan tanpa memperhatikan jarak usia atlet yang bertanding.

Baca juga:  Atlet NTB Persembahan Lima Emas SEA Games 2019 untuk Indonesia

Untuk itu, sebagai organisasi baru yang sudah diakui dan menjadi pengganti Perkemi, ia berharap KONI bisa merangkulnya sebagaimana cabor-cabor lain. Apalagi atlet-atlet yang dimiliki saat ini ialah mereka yang pernah mengharumkan nama baik daerah diberbagai kejuaraan, baik Porprov, Kejurnas, PON dan sebagainya.

“Kalau sekarang kami masih mengunakan biaya urunan mungkin dengan bergabung ke KONI kita akan bisa memaksimalkan pembinaan dan lebih banyak lagi atlet yang dikirim karena ada dukungan anggaran,” pungkasnya. (jun)