Faktor Psikologis Pengaruhi Penampilan Zohri

Lalu Muhammad Zohri (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Tekad atlet asal NTB, Lalu Muhammad Zohri meningkatkan  prestasi di kejuaraan  level dunia gagal. Juara dunia 100 meter junior tahun 2018 ini hanya mampu finis diperingkat ke enam saat tampil di Kejuaraan Dunia Atletik  di Khalifa Internasional Stadium, Doha, Qatar, Jumat, 27 September 2019 malam.

Pantauan Suara NTB di layar televisi, sprinter asal Lombok Utara  yang mewakili tim atletik Indonesia itu meraih posisi keenam dari tujuh pelari dengan catatan waktu 10,36 detik. Catatan waktu itu jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan hasil yang dicapai Zohri  saat  meraih medali perunggu di Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019 dengan 10,03 detik. Hasil itu sekaligus meloloskan Zohri ke Olimpiade Tokyo 2020.

Akibat finis keenam, Zohri tak berhasil melaju ke semifinal di  kejuaraan dunia atletik itu. Menurut informasi, Zohri sempat  meluncur di posisi paling depan saat 50 meter start  awal, namun di 50 meter terakhir Zohri tertinggal  dan finis di urutan ke enam dari tujuh peserta yang tampil di babak Qualifikasi itu.

Baca juga:  Porkemi Dompu Kirim Delapan Atlet di Kejuaraan Antar Graha NTB

Kegagalan Zohri di event itu mendapat tanggapan banyak sejumlah

pihak. Ada yang berpendapat bahwa Zohri mengalami ketegangan saat lomba dengan sejumlah pelari terbaik dunia itu. Akibat faktor ketegangan mengakibatkan kecepatan lari Zohri tidak maksimal.

Zohri juga mengakui  bila dirinya tampil dengan penuh ketegangan di event itu. Hal itu disampaikan Zohri di media online belum lama ini. Akibatnya dia sulit untuk mengejar lawan-lawan terberatnya saat di 50 meter terakhir.

Sekum Pengprov PASI NTB, Agus Sukmayadi yang dimintai komentarnya atas penampilan Zohri mengatakan bahwa kemungkinan ada faktor psikologis yang dialami Zohri. Pasalnya Zohri baru pertama kali tampil di event itu, belum lagi lawan yang dihadapi merupakan pelari top dunia, sementara Zohri merupakan pelari  termuda bila dibandingkan dengan sejumlah pesaingnya

Baca juga:  Nurul Persembahkan Tiga Emas untuk Indonesia

“Ini adalah pengalaman pertama Zohri ikut Kejuaraan Dunia yang notabene diiikuti oleh sprinter-sprinter  terbaik dunia. Berbeda dengan Kejuaraan Dunia Under 20 di Tampere tahun 2018. Apalagi sejak di penyisihan, Zohri berada 1 heat dengan Chris Coleman yang akhirnya tampil sebagai juara. Kemungkinan ada faktor psikologis di situ,” jelasnya.

Selain faktor psikologis, Agus juga menilai bisa juga faktor aklimatisasi terhadap cuaca yang belum maksimal maupun kecepatan angin saat lomba membuat performa Zohri menurun. (fan)