NTB Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemuda Asean

Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir (ketujuh kiri) berpose bersama para duta besar negara-negara ASEAN dan puluhan peserta ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2018 di depan Gedung Pancasila, Jakarta. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Youth Interfaith Camp(AYIC) 2019. Kegiatan ini akan diikuti sebanyak 39 pemuda dari negara-negara Asia Tenggara.

Kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2019 akan diadakan selama tiga hari di NTB mulai dari tanggal 9-11 Juli mendatang. Kegiatan ini merupakan program rutin Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Ada 39 delegasi, 18 diantaranya pemuda dari negara asean sisanya dari Indonesia,” ujar Kepala Bidang Kepemudaan Dispora NTB, Drs. Harun Arrasiyd, awal pekan kemarin.

Lebih jauh dia menjelaskan  program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi serta cara mengelola keberagaman agama dan budaya kepada generasi muda ASEAN. Termasuk, untuk memastikan kawasan ini selalu damai, sejahtera, dan berkeadilan.

“Indonesia adalah negara demokrasi ada banyak keragaman antar agama tapi mampu berdampingan dengan agama lain, ” ujar Harun saat menjelaskan gambaran kegiatan kepada utusan pemuda lokal, Senin (1/7).

Dikatakan pengembangan kerja sama antargenerasi muda di berbagai bidang sangat diperlukan untuk mencapai kepentingan bersama. Program ini menjadi kesempatan untuk bertemu orang-orang baru, membangun jaringan, serta mengidentifikasi potensi kerja sama yang kemudian dapat diterjemahkan dalam aktivitas kreatif yang nyata di bidang ekonomi, akademik, maupun sosial budaya.

Menurut Harun, generasi muda memiliki kekuatan kreatif yang sangat kuat khususnya untuk memerangi intoleransi yang masih menjadi salah satu tantangan di kawasan ASEAN. Melalui kreativitas dan kerja sama, generasi muda diharapkan bisa memelihara kebiasaan berdialog untuk memerangi ketidakpedulian yang merupakan benih dari intoleransi.

AYIC 2019 adalah pintu bagi anak-anak muda untuk semakin terlibat dalam menciptakan satu visi, satu identitas, dan satu komunitas ASEAN. Mereka kemudian diharapkan dapat menyebarkan nilai-nilai toleransi dan pesan perdamaian kepada dunia.

Selama kegiatan peserta akan berdiskusi dengan para pemuda lokal dari berbagai organisasi lintas agama. Mereka merupakan utusan perwakilan organisasi, OKP di NTB. Mereka para pemuda lokal ini jelas Harun, akan memandu peserta dari ASEAN berdiskusi dan memandu mereka mengunjungi sejumlah tempat-tempat ibadah seperti pura dan islamic center.

AYIC 2019 adalah bentuk implementasi dariASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society yang disahkan oleh para kepala negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-31 di Manila tahun 2017.

Deklarasi ini menekankan pada pendekatan berbasis masyarakat, sehingga manfaat ASEAN dapat dirasakan pada tataran akar rumput, serta dapat berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan stabilitas kawasan.  (dys)