Nasib Pelatda Mayung NTB Menggantung, Antara Mudik dan Pulang Selamanya

Andy Hadianto (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 52 atlet  penghuni Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung NTB, mendapat kesempatan untuk mudik lebaran tahun ini. Sebelum mudik  ke kampung masing-masing para atlet dilepas secara resmi oleh Ketua Umum KONI NTB,  H. Andy Hadianto di Padepokan Silat Mataram, Rabu, 29 Mei 2019.

Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto, dalam pernyataannya mengucapkan kepulangan mudik lebaran tahun ini tidak seperti biasanya. Bila sebelumnya anak-anak mudik menggunakan bus serta pengawalan dari polisi, kini di mudik tahun ini atlet dapat pulang semaunya. Yang pasti KONI NTB sudah memperbolehkan atlet pulang.

“Kami tidak menyiapkan bus untuk mudik atlet tahun ini, karena memang anggaran KONI NTB sudah dikurangi,” ucapnya.

Baca juga:  Kasdiyono Serukan Ketua KONI Kabupaten/Kota Patuhi Aturan

Menurut informasi, liburan lebaran atlet unggulan NTB tahun ini tak dapat  dibilang mudik, sebab KONI NTB tak bisa  memastikan kapan  para patriot olahraga  itu akan kembali masuk Pelatda yang dipusatkan di GOR Turide Mataram. Namun demikian atlet juga tak bisa dibilang pulang kampung selamanya karena memang KONI NTB masih mengharapkan atlet untuk kembali latihan.

Ketua KONI NTB mengakui bila Pelatda dalam situasi yang sulit. Bahkan Andy mengungkapkan Pelatda Mayung terancam dibubarkan. Alasan dibubarkan karena dukungan anggaran untuk KONI NTB tahun ini sangatlah minim. Dari Rp5 Miliar yang dijanjikan menjadi Rp3 miliar. Benar-benar jauh dari kebutuhan Pelatda Mayung NTB.

Meski Pelatda dalam ancaman, namun KONI NTB masih terus berjuang untuk mencarikan kekurangan anggaran tersebut. Namun demikian, bila kekurangan anggaran pelatda tersebut tak mendapatkan gantinya maka dengan terpaksa KONI NTB akan menghentikan Pelatda Mayung 2015, karena dana Rp3 Miliar hanya cukup membiayai Pelatda selama lima bulan.

Baca juga:  Miracle Dancers Wakili Indonesia di Level Asia

“Pelatda belum resmi  dibubarkan. Setelah mereka mudik kita menunggu perkembangan karena dana pelatda hanya cukup untuk Pelatda lima  bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekum Kodrat NTB, Dedy Noorcholish mengakui mulai  tanggal 1 Juni atlet Pelatda Mayung NTB mudik. Belum tau kapan kepastian atlet kembali mengikuti Pelatda Mayung NTB di GOR 17 Desember Turide Mataram.

“Atlet dan pelatih mudik mulai tanggal 1 Juni 2019. Kapan atlet kembali saya tidak tau. Atlet diminta menunggu kabar lagi dari KONI NTB,” jelasnya. (fan)