Kurang Diapresiasi, Pelatih – Atlet NTB Juara Nasional dan Dunia Mengadu ke Gubernur

Para pelatih dan atlet yang pernah mengharumkan nama NTB di kancah nasional dan dunia mengadu ke Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah. Bahwa mereka belum mendapatkan perhatian atau apresiasi atas prestasi yang mereka torehkan bagi NTB dan Indonesia. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dua orang pelatih dan tiga orang atlet berprestasi yang sudah mengharumkan nama NTB di kancah  nasional dan dunia mengadu ke Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc. Para pelatih dan atlet berprestasi tersebut merasa belum diapresiasi oleh pemerintah.

Pelatih Pencak Silat NTB, Dedy S Darere mengatakan, sesuai UU No. 3 Tahun 2005 dan Perda No. 3 Tahun 2017, ada pasal yang  membahas tentang apresiasi kepada atlet berprestasi. ‘’Kami di sini belum merasa mendapatkan apresiasi,’’ ungkap Dedy di hadapan gubernur pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Jumat, 3 Mei 2019.

Dedy berharap kepada gubernur, wakil gubernur dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar mereka mendapatkan apa yang menjadi hak para atlet dan pelatih berprestasi, yang sudah mengharumkan nama NTB. Pasalnya, apresiasi kepada pelatih dan atlet berprestasi telah diatur dalam UU dan Perda.

Dedy lantas mengenalkan satu persatu atlet dan pelatih yang telah berhasil mengharumkan nama NTB di kancah nasional, Asia Tenggara bahkan dunia. Seperti atlet boxer asal Lombok Tengah,  Munakip, yang merupakan peraih medali emas PON 2016. Kemudian Iswandi, peraih medali emas PON 2012 dan 2016 dari Sumbawa Barat. Ia merupakan  atlet lari nomor 100 meter.

Baca juga:  Sejumlah Atlet Terbaik NTB Ancam Hengkang

Selanjutnya, Risa peraih medali emas PON 2012 boxer, 2014 juara dunia Muai Thai  di Thailand. Selain itu ada pelatih BMX, Junaidi yang telah menghasilkan atlet berprestasi atas nama Bagus Saputra peraih medali emas Sea Games 2017 di  Malaysia. Dan peraih medali perak Asian Games 2018. ‘’Saya sendiri pelatih pencak silat,’’ ujarnya.

Dedy menambahkan, di satu sisi mereka bangga dengan beberapa atlet dan pelatih NTB yang sudah mendapatkan penghargaan atau apresiasi dari pemerintah menjadi PNS. Hal ini, menurut Dedy akan menjadi motivasi bagi anak-anak NTB.

‘’Bagaimana melalui jalur olahraga, mereka terangkat status sosialnya dengan diangkat menjadi PNS atau diberi penghargaan lainnya. Kami ingin bagaimana kami ini bisa juga diberikan penghargaan sesuai bunyi  UU dan Perda. Sehingga akan menjadi semangat dan motivasi bagi adik-adik kami di bawah. Bahwa melalui olahraga, mereka terangkat status sosialnya,’’ ujar Dedy.

Baca juga:  Nasib Pelatda Mayung NTB Menggantung, Antara Mudik dan Pulang Selamanya

Ia mengatakan, pernah ditawari pindah menjadi pelatih maupun atlet daerah lain dengan nilai tawaran jauh lebih tinggi dari yang diberikan di NTB. Namun, kata Dedy, mereka tidak mau. Apa yang telah dilakukan para pelatih dan atlet yang telah mengharumkan nama NTB ini diharapkan ada perhatian dari gubernur, Wagub maupun Kepala Dispora.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menanggapi, masalah perhatian kepada atlet dan pelatih berprestasi ini harus dibahas secara khusus dan komprehensif. Ia meminta Kepala Dispora membuat acara secara khusus dengan komunitas olahraga yang ada di NTB.

Supaya Pemprov mengetahui apa yang menjadi uneg-uneg para pelatih dan atlet berprestasi yang ada di NTB. ‘’Khusus masalah apresiasi, para atlet dan pelatih tak boleh kita lupakan,’’ kata gubernur.

Mengenai pengangkatan atlet berprestasi menjadi PNS, Gubernur mengatakan kalau dulu memang langsung bisa diangkat. Tetapi sekarang ada kuota dan proses seleksi yang dilakukan.

‘’Mudah-mudahan nanti dicari celahnya. Supaya apa yang diinginkan oleh atlet dan pelatih dapat diakomodir sesuai harapan. Sehingga punya semangat berprestasi kembali,’’ ujar gubernur. (nas)