Ahyar-Mori : Faqih Patut Jadi Inspirasi Anak Muda NTB

0
77

Mataram (Suara NTB) – Atlet Karate NTB, Faqih Karomi mencatatkan namanya dalam tinta emas prestasi olahraga NTB. Karateka berbakat asal NTB ini, meraih medali emas di kejuaraan internasional The 7th SEAKF Karate Championship di Vietnam pada tanggal 23-25 April 2018 lalu.

Prestasi ini pun mendapatkan apresiasi dari pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori).

“Kami mengucapkan selamat atas kemenangan dari ananda Faqih Karomi salah satu karateka berbakat asal NTB, yang telah berhasil meraih juara pertama dan mengharumkan nama Indonesia serta NTB dalam ajang “THE 7th SEAKF KARATEKA CHAMPIONSHIP 2018” di Vietnam,” ujar pasangan Ahyar-Mori di laman facebooknya.

Pasangan Ahyar-Mori berharap, keberhasilan ini juga dapat menjadi motivasi bagi semua anak muda hebat NTB untuk selalu semangat berjuang dalam meraih mimpi atau cita-citanya. Sebab, dengan doa, usaha, ketekunan dan kerja keras inshaAllah apapun yang kita impikan akan mampu kita wujudkan.

“Kami siap untuk mendukung penuh semua talenta-talenta berbakat tersebut demi masa depan yang lebih baik untuk para generasi muda maupun NTB kita tercinta di masa yang akan datang,” tulisnya.

Dukungan pasangan Ahyar-Mori terhadap pembangunan manusia NTB di bidang olahraga ini bukan sekali ini disuarakan. Dalam berbagai kesempatan, baik TGH. Ahyar Abduh maupun H. Mori Hanafi, selalu menyempatkan diri untuk memberikan suntikan moral maupun materiil kepada para atlet atau insan olahraga yang tengah mengejar prestasi.

Baru-baru ini, TGH. Ahyar Abduh juga menegaskan bahwa pembangunan sarana atau fasilitas olahraga di berbagai daerah di NTB haruslah didorong agar lebih merata.

“Kami ingin pembangunan NTB tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di perkotaan saja. Pembangunan harus juga dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB, bahkan hingga ke pelosok desa. Untuk itu kami membawa nilai NTB untuk semua,” ujar Walikota Mataram 2 Periode ini.

  Jalur Pendakian Rinjani Resmi Dibuka

Selain itu, tokoh yang akrab disapa TGA juga melihat potensi  luar biasa yang dimiliki oleh para pemuda yang tinggal di pelosok desa. Namun begitu, karena keterbatasan fasilitas penunjang dalam mengembangkan diri, sehingga potensi tersebut tidak bisa dikembangkan dengan baik.

“Kami melihat potensi yang luar biasa dari pemuda-pemuda yang ada di desa. Kami sering mendengarkan aspirasi dari para pemuda desa, untuk berolahraga saja mereka harus menempuh perjalanan jauh dan banyak menghabiskan biaya, karena fasilitas olahraga yang dikatakan memadai tidak ada di sekitar mereka,” sambung TGA.

Karena itulah dengan potensi yang luar biasa, diiringi oleh semangat mengembangkan diri, TGA optimis para pemuda tersebut bisa maju dan kelak menjadi corong NTB di nasional maupun internasional.

“Karena potensi dan semangat mereka yang luar biasa, kami juga turut bersemangat dan memberikan dukungan. Kami akan perhatikan seluruh potensi yang ada. Jika Ahyar-Mori terpilih untuk memimpin NTB, kami akan bangun fasilitas olahraga hingga ke seluruh pelosok NTB, dari Lombok Barat hingga ke Bima,” ujar TGA.

TGA meyakini bahwa lebih baik melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa daripada kita membangun fasilitas megah yang hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang.

“Kalau kita bangun fasilitas di pelosok, maka efeknya akan dirasakan oleh banyak masyarakat dan seluruh kalangan yang ada, ini lebih efektif, daripada kita membuat fasilitas seperti stadion standar Internasional, namun hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang saja dan kita hanya sebagai penonton,” tutup TGA. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =