Prestasi Olahraga Mendunia, Tapi Fenomena Atlet Hengkang Masih Berlanjut

Atlet asal KLU, Lalu Muhammad Zohri yang sukses menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U-20 tahun di Tampere, Finlandia, Juli 2018. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Tahun 2018 akan berlalu. Ada banyak cerita manis beserta sekelumit persoalan menghiasi catatan olahraga di NTB. Namun, terlepas dari persoalan itu, ke depan, prestasi olahraga NTB harus kembali bangkit dan tetap gemilang.

Berita manis tentang prestasi olahraga di NTB adalah lahirnya sejumlah olahragawan berprestasi di level dunia selama tahun 2018. Seperti diketahui, dari sejumlah kisah atlet berprestasi asal NTB yang berprestasi dunia, satu diantaranya menjadi sensasi dan benar-benar mampu membanggakan bangsa Indonesia. Yaitu, ketika atlet asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lalu Muhammad Zohri sukses menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U-20 tahun di Tampere, Finlandia, Juli 2018.

Prestasi Zohri ini tidak saja membanggakan bangsa Indonesia, namun juga menjadi perhatian dunia. Prestasi Zohri menjadi fenomenal lantaran Zohri menjadi orang Indonesia pertama yang sukses mendulang medali emas di lari 100 meter atletik level dunia.

Tak sampai di situ, atlet NTB lainnya, Fadlin juga sukses membela tim Atletik Indonesia di Asian Games 2018. Fadlin bersama Zohri  dan dua atlet Indonesia lainnya sukses mempersembahkan medali perak di nomor  estafet 4×100 meter putra.

Selain Zohri dan Fadlin juga muncul beberapa atlet asal NTB yang sukses mendulang medali di Asian Games 2018. I Gusti Bagus Saputra meraih medali perak di balap sepeda BMX, kemudian Ahmad Zigi Zaresta Yuda meraih perunggu di kelas Kata cabor karate, serta Putu Dini Jasita, Dita Juliana Desi  dan Danangsyah sukses meraih dua medali perunggu di  cabor voli pasir.

Baca juga:  Di Kejurnas, Zohri Bikin Rekor Baru Lagi

Di cabor tinju, atlet NTB, Huswatun Hasanah meriah medali perunggu di kelas 60 Kg. Itu artinya, medali keseluruhan yang diraih atlet asal NTB di Asian Games 2018 sebanyak dua perak dan empat perunggu.

Selain di level Asian Games, atlet silat PPLP NTB asal Lombok Barat, Yuliana juga sukses menorehkan medali di level dunia. Atlet remaja itu sukses meraih medali emas di kejuaraan dunia pencak silat di Thailand April 2018.

Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto, kepada Suara NTB belum lama ini mengatakan, keberhasilan atlet NTB mendulang prestasi di level internasional tidak lepas dari pola pembinaan atlet yang telah dilakukan oleh cabor dan KONI NTB secara  berjenjang dan terukur. Pasalnya  sebelum mengikuti event internasional para atlet NTB sudah mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya melaksanakan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung.

‘’Proses tidak akan mengkhianati hasil. Itu artinya atlet-atlet NTB yang berprestasi dunia telah melalui proses latihan berjenjang dan terukur,’’ ucap Andy.

Dijelaskannya, pembinaan atlet di NTB sejauh ini telah menunjukan peningkatan. Hal itu bisa dilihat dari intensitas event  di NTB mulai tumbuh, serta kegiatan Pelatda atlet NTB telah dilaksanakan cukup panjang dari Pelatda sebelumnya.

Baca juga:  Reaksi Mengejutkan Zohri Usai Patahkan Rekor Berusia 10 Tahun

Bukti intensitas event yang mulai tumbuh yakni  telah digelarnya multi event tingkat daerah oleh masing-masing cabor. Diakui Andy, sejumlah cabor unggulan maupun potensial telah melaksanakan Kejurda. Selain itu ditambah lagi dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB X tahun  2018  semakin menambah gairah KONI dan cabor kabupaten/kota di NTB untuk mempersiapkan atlet lebih baik lagi.

Selain melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia, dunia olahraga NTB di tahun 2018 juga meninggalkan catatan pahit. Salah satu catatan pahit yang terjadi di tahun 2018 yakni masih adanya beberapa atlet NTB yang hengkang ke luar NTB.

Misalnya, atlet atletik NTB, Fifit Marlena telah resmi hengkang ke Jawa Barat (Jabar) di tahun 2018 lantaran tak puas dengan perhatian Pemprov NTB. Selain itu, Yuliana, atlet peraih medali perunggu di cabor beladiri kempo pada PON 2016 juga dikabarkan hengkang ke Yogyakarta lantaran tak puas dengan perhatian Provinsi NTB.

Sekelumit catatan olahraga di tahun 2018 tentu harus menjadi evaluasi KONI, cabor dan Pemprov NTB. Dalam hal ini perhatian kepada atlet berprestasi harus lebih baik lagi agar ke depan prestasi atlet NTB terus gemilang sesuai maskot Porprov NTB prestasi Olahraga NTB Gemilang. (fan)