Raih Penghargaan, Tokoh Olahraga Dompu Harap Atlet Disiplin Berlatih

Tokoh dan mantan atlet berprestasi asal Dompu saat menerima penghargaan, Minggu, 16 September 2018. (Suara NTB/jun

Dompu (Suara NTB) – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke 35 tahun ini berlangsung meriah. Agenda yang terpusat di GOR Manuru Kupa Dompu tersebut diisi beragam rangkaian kegiatan, mulai dari jalah sehat, pertujukan kemampuan atlet beberapa Cabang Olahraga (Cabor), peluncuran sekolah olahraga hingga penyerahan penghargaan pada tokoh olahraga berprestasi diwilayah ini.

Mereka ialah Wahyudin, M.Si., tokoh olahraga wasit juri yang berhasil mengharumkan namanya di kancah nasional maupun internasional. Kemudian Drs. Arifudin selaku atlet dan pelatih dengan segudang prestasi serta Danangsyah Yudistira Pribadi yang terakhir mengarumkan nama Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Arifudin, usai menerima penghargaan kepada Suara NTB mengungkapkan, prestasi dan pengalaman panjang yang sudah dirasakan selama ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet generasi Dompu berikutnya. Arah prestasi kedepan tidak terlepas dari semangat dan disimplin dalam berlatih, tentunya juga didorong dengan kemauan sendiri.

Baca juga:  Faktor Psikologis Pengaruhi Penampilan Zohri

“Tidak terlepas dari disiplin, bertanggung jawab, jujur dan sesuai dengan misi olahraga itu sendiri,” kata dia, Minggu, 16 September 2018.

 

Dengan semangat disipilin dalam berlatih diyakini akan membuat target-target yang ingin diraih bisa tercapai. Semboyannya, lebih baik bermandi keringat saat berlatih ketimbang bersimbah darah saat bertanding.

Atlet yang mengawali karirnya di Cabor Kempo tersebut juga menyorot soal terbatasnya ketersediaan sarana prasarana penunjang olahraga diwilayah ini, itu jelas mempengaruhi hasil yang akan diraih dalam setiap kejuaraan. Untuk itu, sebagai mantan atlet Arifudin berharap agar palaku olahraga terutama pemerintah daerah mau memperhatian persoalan krusial ini.

Baca juga:  Tampil di Kejuaraan Dunia, Zohri Tidak Dibebani Target

“Teknik tanggung jawab pelatih tapi kalau sarana prasarana tidak mendukung percuma juga. Satu-satunya yang mampu mengibarkan bendera merah putih bukan duta yang lain melainkan duta olahraga,” jelasnya.

Sementara Wahyudin menekankan, agar pelatih dan atlet bersungguh-sungguh dalam mentaati program yang sudah ditentukan, terutama dalam menghadapi Porprov Desember mendatang. Dengan begitu Dompu akan bisa berbicara banyak minimal mensejajarkan dirinya dengan daerah-daerah lain.

Atlet-atlet di wilayah ini memiliki potensi yang sangat besar, namun harus tetap bekerja maksimal karena daerah lain pun pasti berjuang untuk memberikan yang terbaik. “Jadi potensi yang ada harus mengasah diri bukan hanya pada pelatih tetapi pada dirinya untuk lebih baik ke depan,” pungkasnya. (jun)