Sumbang Perunggu, Sapwaturrahman Tetap Bangga

Jakarta (Suara NTB) – Atlet asal NTB, Sapwaturrahman hanya mampu mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia di pertandingan lompat jauh Atletik Asian Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018 malam. Meski hanya meraih medali perunggu, namun atlet asal Kabupaten Sumbawa itu mengaku bangga atas capaian prestasi tersebut.

Medali perunggu diraih Sapwaturrahman dalam nomor lompat jauh setelah mencatatkan lompatan sejauh 08,09 meter. Sementara medali emas dan medali perak diraih oleh atlet  asal Cina. Jianan Wang merebut medali emas setelah mencatatkan lompatan terjauh 08,24 meter dan medali perak diraih Yaoguang Yang dengan lompatan sejauh 08, 15 meter.

Baca juga:  20 Atlet NTB Siap Maju Pepapernas

Sapwaturrahman yang ditemui Suara NTB usai lomba mengatakan dirinya merasa senang dan bangga atas medali perunggu yang diraihnya. Pasalnya meski meraih medali perunggu namun dia berhasil memecahkan rekor nasional (Rekornas) yang pernah dicatatnya di kejuaraan atletik  “Korea Open” di Yecheon, Korea Selatan, 17 Juni 2018.

Diakuinya Rekornas sebelumnya di pegang oleh  atlet nasional, Agus Reza Irawan dengan lompatan 7,85 meter pada kejuaraan Asia di Jakarta tahun 1985. Rekornas yang bertahan selama 33 tahun itu kembali di cetak oleh Sapwa di Asian Games 2018 dengan jauh lompatan, 08,09 meter.

“Meski meraih medali perunggu, saya tetap bangga karena  lompatan saya meningkat dan kembali pecahkan rekornas,” ucapnya.

Baca juga:  Atlet NTB Ciptakan Sejarah, Rebut Tujuh Emas di Ajang Internasional

Untuk diketahui, Sapwaturrahman berhasil  meningkatkan jauh lompatan setelah melakukan enam kali lompatan. Menurut Sapwa, keberhasilan dirinya meraih medali di event itu tidak lepas dari dukungan para suporter Indonesia yang langsung menyaksikan dirinya bertanding. Selain itu dukungan pengurus besar atletik Indonesia serta dukungan KONI NTB dan PASI NTB membuat dia semakin semangat untuk mencatat prestasi.

Dia pun berharap hasil capaiannya di Asian Games itu dapat bertahan hingga mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020. Bila dia bisa mempertahankan lompatan tersebut dia optimis bisa merebut medali emas di PON/2020. (fan)