Salah Gerak, Zigi Tersingkir di Semifinal Asian Games

Jakarta (Suara NTB) – Anggota  Dewan Guru Pengurus Besar (PB) INKANAS , Burhanuddin mengatakan kekalahan atlet karate Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta Yuda dari karateka asal Jepang Ryo Kiyuna di babak semifinal cabor karate Asian Games di Jakarta Sabtu, 25 Agustus 2018 cukup beralasan. Pasalnya atlet asal NTB itu melakukan kesalahan pada gerakan kakinya saat tanding di kelas Kata (jurus).

“Salah satu kaki Zigi bergeser sedikit saat tampil di babak semifinal. Makanya dia kalah,” ucap Burhanuddin saat diwawancara Suara NTB di Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018 kemarin.

Dikatakan Burhan, meski melakukan kesalahan  pada gerakan kaki namun penampilan atlet asal  Lombok Barat di semifinal Asian Games sudah maksimal dan luar biasa untuk level  atlet muda. Sayangnya  lawan yang dihadapi Zigi sangat hebat dan sulit dikalahkan, karena atlet asal Jepang itu merupakan atlet yang seringkali meraih juara dunia.

Baca juga:  20 Atlet NTB Siap Maju Pepapernas

“Kalaupun Zigi tidak melakukan kesalahan pada gerakan kaki. Namun Zigi tetap kalah, karena lawan yang dihadapi memiliki gerakan yang sangat bagus,” jelasnya.

Burhan tak ingin  menjelaskan secara detail terkait kelemahan Zigi, namun menurut Ketua Binpres FORKI NTB itu lawan yang dihadapi Zigi memiliki penampilan yang jauh lebih baik di atas Zigi. Baik dari hal gerakan, kerapian  dan penampilan saat tanding Zigi masih kalah  dari atlet Jepang.

Baca juga:  Atlet NTB Ciptakan Sejarah, Rebut Tujuh Emas di Ajang Internasional

Menurut Burhan, kekalahan Zigi atas atlet Jepang sangat wajar, karena atlet asal Jepang sudah beberapa kali menjadi juara dunia di kelas senior. Itu artinya pengalaman lawan yang dihadapi Zigi  jauh lebih tinggi dan lebih baik. Sementara itu Zigi merupakan juara dunia Junior yang baru setahun tampil di kelas senior. Sarannya Zigi butuh  latihan lebih keras lagi untuk bisa menjadi juara dunia.

Dalam hal ini Zigi disarankan untuk selalu mengikuti kejuaraan dunia agar bisa tampil lebih baik dari lawan-lawan beratnya. (fan)