Tak Direspon, Razak Keluhkan Cidera Hamstring

Mataram (Suara NTB) – Cidera hamstring pada bagian  paha kaki Abdul Razak belum juga membaik. Peraih medali emas di nomor estafet 4×400 meter di Pekan Olahraga Nasional (PON)  XIX di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016 itu masih mengeluhkan rasa ngilu pada bagian paha kakinya yang diderita setahun yang lalu.

Celakanya, pihak Panitia Pelatda Mayung 2018 belum memberikan penanganan medis secara khusus terkait cidera yang menimpa atlet senior NTB itu. Panitia Pelatda Mayung  tidak merespon sama sekali meskipun Razak telah mengeluhkan cidera yang diderita sejak tahun 2017.

“Panitia Pelatda sudah tau kalau  saya  hamstring. Terutama  pak Wibowo (Satgas Pelatda) dan pak Subagio sebagai pelatih sudah saya beritahu. Tapi mereka tak merespon, malah mengatakan saya pura-pura hamstring,” ucapnya Abdul Razak saat dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Senin (14/5).

Akibat keluhan tidak ditanggapi secara serius oleh panitia Pelatda, Razak pun tak tinggal diam. Dia melakukan berbagai upaya untuk  penyembuhan kakinya. Dari pengobatan pijatan tradisional hingga klinik pengobatan alternatif dilakukan oleh Razak.

Selama setahun berobat, Razak tidak dibantu oleh pihak Panitia Pelatda Mayung. Meski pun panitia  Pelatda pernah menjanjikan akan memberikan pengobatan gratis bagi atlet Pelatda yang cidera, namun Razak tak bisa berharap banyak janji panitia pelatda. Akibatnya dia terpaksa harus menggunakan uang saku pribadi untuk upaya penyembuhan cideranya.

Baca juga:  Atlet NTB Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia

Terakhir Razak pernah melakukan pengobatan di salah satu klinik di Kota Mataram. Pihak dokter mengungkapkan ada pembekakan otot atau semacam robek di bagian pahanya, dikarenakan cidera hamstring sehingga terjadi pembengkakan yang berkepanjangan di otot pahanya.

Dokter juga

menyarankan Razak untuk isterahat  latihan sebelum cidera itu sembuh total. Pasalnya bila tetap latihan cideranya akan semakin serius bahkan  tak bisa sembuh seperti smula. “Kata Dokter saya harus isterahat latihan. Harus sembuh dulu baru latihan lagi,” ungkapnya menirukan saran dokter.

Menurut Razak, cidera yang dialaminya itu terjadi saat tampil di PON tahun  2016. Karna selesai PON tak adalagi latihan sakitnya semoat hilang. Namun Cidera itu kembali terjadi saat mengikuti  Pelatda tahun  2017 tepatnya  persiapan mengikuti Kejurnas Atletik Panglima  Open di Jakarta.

Baca juga:  Porkemi Dompu Kirim Delapan Atlet di Kejuaraan Antar Graha NTB

“Sakitnya pas latihan start blok persipan kejurnas, nah sampai sekarang belum sembuh seutuhnya. Kemarin saya ngak mau ikut kejurnas, saya suruh pak Bowo coret nama saya agar tidak  beragkat kejurnas karna memang hamstring,” ungkapnya.

Pelatih Atletik, Subagio yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya mengatakan tidak tahu menahu terkait kondisi Razak. Alasannya dia sudah lama tidak melatih Razak. Menurut Subagio ketika dia melatih Razak tahun 2017 lalu, dia pernah menerima keluhan atletnya itu, namun Subagio tak langsung menanggapi karena memang saat itu kondisi Razak masih terlihat bugar.

“Dulu waktu saya melatih, Razak masih bisa lari 100 hingga 200 meter, makanya saya merasa Razak tidak cidera. Namun sekarang saya tidak tahu kondisi Razak,” ungkapnya.

Sementara itu Panitia Pelatda Mayung NTB, Suhaimi, yang dimintai tanggapannya terkait cidera yang mempan Razak mengaku kaget. Dia mengatakan belum tahu kondisi fisik Razak, pasalnya belum ada laporan dari atlet yang bersangkutan.

“Saya tidak tahu, besok saya akan melihatnya. Dan saya berharap tidak ada masalah yang serius,” ungkapnya. (fan)