Tiga Faktor Yang Buat NTB-Bali Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Jakarta (Suara NTB) – Setidaknya, ada tiga faktor yang menjadikan NTB dan Bali unggul dalam pemilihan tuan rumah PON 2024.

Tiga hal itu mengemuka dalam pertemuan pimpinan DPRD NTB dengan pimpinan KONI Pusat yang digelar Rabu, 11 April 2018.

Pertemuan dihadiri Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM dan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono, SH. Selain itu, hadir pula Dr. Kadri dari KONI NTB, para wartawan yang tergabung dalam forum wartawan DPRD NTB bersama pihak Diskominfotik NTB.

Dalam pertemuan itu, Kasdiono mengutarakan tiga karakteristik yang akan menjadikan PON 2024 berbeda jika diselenggarakan di NTB dan Bali.

“Kita punya sportivitas, keindahan dan budaya kita,” ujar politisi Partai Demokrat NTB ini.

Kasdiono menjelaskan, sebagai sosok yang pernah memimpin NTB, dirinya telah berkali-kali mengikuti penyelenggaraan PON. Selama itu pula, ia kerap menyaksikan adanya kecenderungan tuan rumah yang lebih diuntungkan dalam berbagai pertandingan. Hal ini sulit ditampik mengingat tuan rumah yang berstatus daerah atau provinsi besar, biasanya berambisi mengincar gelar juara umum.

Tak heran jika, dalam berbagai pertandingan, kerap kali terjadi insiden yang mencoreng nilai sportivitas dalam olahraga.

“Insya Allah tidak ada kursi yang melayang, tidak ada protes, dan karena kami juga memang tidak mengejar juara umum,” ujarnya. Dengan kondisi tersebut, Kasdiono pun menegaskan pihaknya akan berupaya menjamin terjaganya integritas penyelenggaraan pertandingan di PON 2024.

Selain integritas, NTB juga menawarkan dua nilai lebih yang lain. Dua hal itu adalah pesona pariwisata dan budaya yang dimiliki NTB dan Bali. Terkait ini, Abdul Hadi menjelaskan, pihaknya akan memadukan pelaksanaan PON dengan pariwisata, dengan sport tourism sebagai ciri khas.

Baca juga:  Ditreskrimsus Selidiki Hibah KONI se-NTB

Seperti diketahui, selain NTB dan Bali, Aceh dan Sumatera Utara juga mencalonkan diri sebagai kandidat tuan bersama. Selain itu, ada pula Kalimantan Selatan.

Namun, predikat NTB dan Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, bahkan di Asia membuat keduanya diyakini akan mengungguli daerah-daerah tersebut.

“Kami merasa bahwa NTB sebagai destinasi wisata, bersama Bali mencoba menawarkan PON yang ada nilai plusnya. Yaitu sport tourism. Ini yang kita tawarkan sebagai penyambung dua daerah ini,” ujar Hadi.

Hadi menegaskan, dengan tiga karakteristik itu bersama dengan persiapan yang matang dari NTB dan Bali, pihaknya sudah sangat siap untuk menjadi tuan rumah.

“Kami datang untuk memperjuangkannya. Mudah-mudahan takdir Allah

untuk NTB,” ujarnya.

Hadi menambahkan bahwa NTB dan Bali memiliki posisi yang sangat strategis, baik itu dari sisi ekonomi dan perhubungan, sehingga mudah dijangkau. “Selain itu kami juga sedang menjadi perhatian bagi semua provinsi, sehingga kami merasa sangat layak ditunjuk menjadi tuan rumah,” tegas politisi PKS itu.

Diketahui bahwa penetapan tuan rumah PON 2024, akan ditetapkan dalam Musornas KONI pada tanggal 24 April 2018. Oleh karena itu, menjelang pemilihan, Dewan melakukan gerak cepat untuk menghimpun dukungan politik dari daerah lain agar NTB-Bali bisa dipilih sebagai tuan rumah PON 2024.

“Kami berharap pulang bisa membawa berita gembira, oleh-oleh, dari sini (KONI) bisa jadi tuan rumah PON 2024,” harapnya.

Kasdiono menegaskan, NTB sebagai bagian dari NKRI, ingin menunjukkan pada KONI pusat bahwa NTB sangat serius sebagai tuan rumah PON 2024. Kasdiono menyampaikan bahwa dewan telah memberikan dukungan politik secara penuh untuk menjadi tuan rumah PON tersebut.

Baca juga:  Ditreskrimsus Selidiki Hibah KONI se-NTB

“Meskipun kami sudah bertemu dengan KONI, tetapi atas perintah pimpinan dewan, untuk mencapai ikhtiar itu, tidak cukup hanya dengan usaha dari KONI saja. Tidak kalah penting, ikhtiar itu dibarengi dengan dukungan politik, terutama terkait dengan dukungan anggaran dan kontrol. Jadi pimpinan dewan sangat serius, diarahkan dalam memberikan dukungan,” tegas mantan Ketua KONI NTB ini.

Menanggapi maksud kedatangan delegasi NTB itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Marsda TNI (Purn) Kuntransmiadi Inugroho, yang menerima rombongan dewan tersebut, mengaku sangat terharu dengan semangat Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah PON 2024.

“Saya sangat terharu dengan perjuangan NTB menjadi tuan rumah,” kata Inu mulai mengawali pembicaraannya.

Namun demikian, pihaknya harus tetap netral, karena yang akan memilih siapa menjadi tuan rumah tersebut adalah, semua provinsi. Maka dari itu, upaya NTB mencari dukungan tersebut sangat dibenarkan.

“Boleh dan sah calon berkeliling berkampanye. Tapi tetap kita kembalikan dengan provinsi lain, yang akan memilihnya. Nanti akan diberikan waktu melakukan presentasi,” ujarnya.

Dikatakan oleh Inu, NTB dan Bali sudah resmi mendaftar  sebagai calon tuan rumah, dan secara administratif sudah memenuhi syarat. Hanya tinggal meyakinkan provinsi lainnya.

“Upaya perjuangan NTB dan Bali ini, saya katakan sangat serius, ini tentu bentuk komitmen yang sangat kuat, baik dari pemerintah, dewan, dan masyarakat, dan tentu ini jadi pertimbangan,” pungkasnya. (aan/*)