Diwarnai Dua Kartu Merah, Andalusia Singkirkan Kubota

Mataram (Suara NTB) – Dua kartu merah menandai sengitnya persaingan Alcatraz Andalusia dan Kubota A memperebutkan tiket semifinal Turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017, Kamis, 28 Desember 2017. Setelah bermain imbang di 2×15 menit, Andalusia akhirnya menyingkirkan Kubota di babak adu penalti.

Sengitnya laga kedua tim futsal papan atas NTB ini sudah terasa sejak peluit wasit ditiup. Kubota membuka keunggulan lewat sepakan Sapar. Namun, keunggulan Kubota tidak berlangsung lama karena beberapa saat kemudian, Andalusia sukses menyamakan kedudukan lewat Yoga. Beberapa saat sebelum jeda, Kubota kembali unggul lewat Yudis. Skor 2-1 untuk Kubota menutup babak pertama.

Tertinggal satu gol, Andalusia langsung menekan sejak peluit babak kedua ditiup wasit. Ketegangan demi ketegangan tersaji karena intensitas serangan yang silih berganti. Upaya Andalusia melalui Fiqih Alwi nyaris membuahkan gol. Namun, sepakannya melebar.

Andalusia terus berjuang membongkar pertahanan lawan. Sempat terjadi insiden di kotak penalti saat pemain Andalusia terjatuh di tengah kawalan dua pemain Kubota. Namun, permainan berlanjut karena wasit menganggap itu bukanlah pelanggaran.

Andalusia tidak menurunkan tekanan. Silih berganti anak asuh Sherwin Ary Busman ini mengalirkan bola, mencari titik lemah pertahanan kubota. Kubota pun beberapa kali mencoba membalas dengan serangan sporadis.

Sebuah tendangan dari Sapar sempat menebar ancaman, namun tendangannya hanya berbuah sepak pojok. Selanjutnya, tendangan bebas untuk Andalusia hasil handball dari pemain Kubota di depan kotak penalti juga gagal dieksekusi menjadi gol.

Setelah serangan demi serangan, Fiqih Alwi akhirnya berhasil menyelamatkan Andalusia dari bayang-bayang kekalahan. Menerima sodoran dari rekannya, Yuda Catur P, pemain nomor 5 ini sukses memaksakan kedudukan imbang 2-2.

Setelah kedudukan imbang, aksi saling serang terus berlanjut. Tensi laga yang tinggi membuat insiden demi insiden terjadi. Puncaknya adalah saat Yoga PR dari Andalusia dengan Yudis dari Kubota terlibat adu fisik yang sempat membuat pertandingan harus dihentikan untuk beberapa saat.

Meski kedua kubu sempat saling bersitegang dan beberapa pemain sempat terlibat aksi saling dorong, ketegangan berhasil dihentikan. Wasit pun terpaksa memberikan kartu merah untuk kedua pemain yang terlibat insiden tersebut.

Setelah insiden itu, Kubota sempat dua kali menebar ancaman melalui aksi Sapar yang cukup berbahaya, namun berhasil ditepis. Sementara, Chairul dari Andalusia juga sempat melepaskan sepakan yang ditepis penjaga gawang Kubota. Permainan semakin seru dan penonton pun ikut larut dalam ketegangan. Namun, tidak ada gol lagi yang tercipta hingga wasit mengakhiri babak kedua.

Di babak adu penalti, Andalusia akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang setelah sejumlah pemain Kubota gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor. Andalusia pun mengakhiri kisah Kubota di Suara NTB Cup 2017 dengan kemenangan 5-4. Di babak semifinal, Alcatraz Andalusia akan menghadapi laga revans dengan kampiun Suara NTB Cup 2016, BPN FC, yang mengalahkan Alcatraz di babak puncak tahun lalu. (aan)

BPN Jegal Alcatraz A

Sementara itu, mimpi Alcatraz A menuju babak empat besar Suara NTB Cup 2017 harus pupus di tangan BPN FC. Alcatraz ditaklukkan Fagil dan kawan-kawan dengan skor 2-5 pada laga Kamis, 28 Desember 2017.

Pertarungan dua tim besar ini dikuasai Alcatraz pada menit-menit awal. Ade dengan apik memanfaatkan momen lowonganya penjagaan di gawang BPN dan mencetak gol pertama untuk Alcatraz.

Kalah satu poin, BPN melalui kolaborasi Iki dan Lingga menyerbu gawang Anggit, gagal. Baru kemudian tendangan Lingga dari samping gawang berhasil menyamakan kedudukan. Skor 1-1 untuk BPN. Gol kedua disumbang Iki melalui tendangan keras dan lurus ke gawang Alcatraz. Akhir babak pertama BPN masih unggul.

Gerakan-gerakan berani Samsudin menyerbu gawang lawan berhasil menyumbang satu gol untuk BPN. Tak tinggal diam, Hendra membalas dengan tendangan lurus ke gawang BPN, namun berhasil ditahan kiper.

Menjelang akhir babak kedua, Iki mencetak angka lagi untuk BPN. Disusul Arwin yang melontarkan tendangan dari sisi lapangan yang tak diprediksi justru luput dari perhatian kiper. Laga berakhir dengan skor 2-5 untuk BPN.

Kemenangan ini sangat disyukuri salah seorang punggawa BPN FC, Irvan Ferdian Saputra. Masuk ke babak empat besar semakin mendekatkan langkah BPN untuk mempertahankan gelar juara Suara NTB Cup.

“Pertandingannya lumayan ketat sih, tapi teman sudah tampil maksimal. Alhamdulillah saya juga puas dengan hasilnya. Semoga lebih sering dapat keberuntungan di pertandintan selanjutnya,” ungkapnya.

Pemain futsal asal Dompu ini mengaku optimis bersama tim bisa mempertahankan gelar juara. Itulah target yang dikejarnya pada turnamen kali ini. “Kami semua optimis, kami pengen mempertahanin juara tahun kemarin. Kan kita tahun kemarin yang jadi juara. Pokonya di turnamen ini mau pertahanin juara,” sahutnya.

Dalam laga perdelapan final ini, ASH Pasifik FR dan PDAM kembali unjuk gigi dan memastikan maju ke babak empat besar. ASH Pasifik FR berhasil mengganyang Fimsquad dengan skor telak 9-0. PDAM juga membantai Pubel FC dengan skor 5-1. (aan/ros)