Vamos Mataram Juara PFL 2017

Yogjakarta (Suara NTB) – Impian tim futsal kebanggaan NTB, Vamos Mataram menjadi juara futsal profesional tahun ini akhirnya berbuah kenyataan. Anak asuh pelatih Hicham Ben Hammao itu berhasil keluar sebagai juara Pro Futsal Liga (PFL) Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus menandai pergeseran penting dimana NTB, khususnya Lombok kini menjadi kiblat futsal nasional.

Pemain Vamos Mataram melepaskan tendangan ke gawang Permata Indah Manokwari dalam laga final.

Keberhasilan Vamos Mataram dicapai setelah berhasil membantai tim Permata Indah Manokwari  8-3 di laga Final Blend Futsal Profesional (BFP) di Lapangan Futsal GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu, 14 Mei 2017.

Ketua KONI NTB, Andy Hadianto, ikut menonton laga final yang dimenangkan Vamos Mataram.

Delapan gol Vamos dicetak Andriyana Ekayana di menit ke-19, Syahidansyah Lubis 23’, M. Iqbal Iskandar 25’ dan 39’, Ali Abedin 28’, Muhammad Nazil 29’, Khalid El Hattach 36’, serta Bayu Saptaji 38’. Sementara itu, tiga gol Permata Indah Manokwari dicetak Rahmat Arsyad di menit ke-19 dan 32’, serta Eko Sutrisno di menit ke-37.

Berkat penampilannya di laga puncak itu, pemain muda Vamos Mataram, Iqbal Iskandar juga sukses terpilih sebagai pemain terbaik PFL 2017. Pemain kelahiran Bogor, 23 Agustus 1995 ini tampil brilian sepanjang laga di final four PFl 2017. Di babak final, ia juga tampil spartan dan baik saat menyerang maupun bertahan. Terlebih, ia juga mencetak dua gol di laga tersebut.

Ketua AFP NTB, sekaligus Pemilik Vamos Mataram, Arianto Prametu, berpose bersama Bonsu Hasibuan dan Andy Hadianto.

Pantauan Suara NTB, pada  laga final yang berlangsung 2x 20 menit itu, tim Vamos Mataram yang bermaterikan pemain nasional tampil meyakinkan meskipun sempat kecolongan lebih dulu. Namun Vamos tetap kokoh dan semakin menunjukan kualitas permainan di kasta tertinggi liga futsal itu.

Vamos Mataram yang sesungguhnya dari awal tampil dominan memang sempat dikagetkan dengan gol pertama tim Permata Indah yang dicetak oleh Rahmad Arsyad

di menit ke-19. Namun belum genap satu menit anak-anak Permata Indah merayakan gol pertamanya, mereka langsung dikagetkan dengan gol balasan tim Vamos Mataram yang dicetak oleh Andriyana di menit ke-19. Gol balasan dari Vamos Mataram sangat cepat sehingga skor 1-1 sama di menit akhir babak pertama berlangsung.

Para pemain dan ofisial Vamos Mataram merayakan keberhasilan mereka menjadi juara Pro Futsal Liga (PFL) Indonesia 2017.

Memasuki babak kedua tim Vamos Mataram mengubah materi pemain. Mereka menurunkan lebih awal empat pemain bintangnya, Bambang Bayu Saptaji, El Khattach Khalid, Syahidansyah Lubis dan Abedin Ali Amir.

Duet keempat pemain nasional itu berhasil mengubah skor pertandingan. Tim Vamos Mataram berhasil mencetak gol kedua lewat Syahidansyah Lubis di menit ke 23 dan skor 2-1 untuk Vamos Mataram.

Pemain Vamos Mataram, Bambang Bayu Saptaji berpose dengan latar belakang pendukung setia Vamos Mataram yang tergabung dalam Semeton Vamos.

Kemudian di menit ke 29 Vamos kembali membuat jarak skor  setelah tendangan langsung  penjaga gawang Vamos, Muhammad Nazil masuk menembus gawang Permata Indah yang dijaga oleh Niko Wijaya. Skor bertambah menjadi 3-1 untuk Mataram FC.

Setelah sukses membuat skor  3-1,  permainan anak-anak Vamos semakin cair. Mereka yang didukung ribuan suporter dari Lombok, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta terus menunjukkan kualitasnya. Sementara tim Permata Indah semakin tertekan. Meski permata Indah mulai menggunakan strategi power play,  namun tak mampu mengubah skor pertandingan.

Para pemain dan ofisial Vamos Mataram berpose dengan trofi yang diraih usai menjadi juara Pro Futsal Liga (PFL) Indonesia 2017.

Hingga berjalannya waktu pertandingan babak kedua tim Vamos berhasil menambah lima gol, sementara Permata Indah hanya mampu memperkecil kekalahannya dua gol. Dan pertandingan dimenangkan oleh Vamos dengan skor 8-3.

Atas hasil manis itu, Vamos berhasil membawa pulang  piala bergilir dan hadiah uang pembinaan Rp 250 juta. Selanjutnya juara diraih oleh Permata Indah, susul Bintang Timur Surabaya di peringkat ketiga dan Mataram FC peringkat empat. (fan/*)