“Petanque”, Olahraga Asal Prancis Mulai Rambah NTB

Mataram (suarantb.com)Petanque atau dibaca ‘petang’ merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) asal Prancis. Cabor ini baru mulai populer di Indonesia. Di beberapa daerah telah terbentuk kepengurusan cabor petanque di bawah naungan KONI.

Petanque mulai merambah NTB dan telah dibentuk kepengurusan Pengda FOPI NTB pada Kamis, 19 Januari 2017 siang. Sekretaris Umum FOPI NTB, Isyani, M.Pd menjelaskan petanque saat ini sedang digemari pelaku olahraga di kota-kota besar. Penggemar olahraga ini berasal dari berbagai kalangan mulai anak-anak, remaja bahkan lansia.

Isyani mengatakan dalam olahraga ini, pemain tidak hanya terjun untuk bermain dan bertanding semata, tetapi juga menguji strategi, mental, sportivitas, bahkan harga diri.

Petanque adalah suatu bentuk permainan boules (bola) yang tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut choconnet. Dan kaki harus berada di lingkaran kecil. Permainan ini bisa dimainkan di tanah keras, pasir, rerumputan atau permukaan tanah lain,” jelas dosen FPOK IKIP Mataram ini.

Di tingkat kepengurusan pusat, FOPI telah terbentuk sejak 2011 lalu. Pada SEA Games 2011 di Palembang, cabor ini juga ikut dipertandingkan. Sejak saat itu, KONI mengembangkan olahraga petanque ke arah yang lebih luas. “Tidak hanya dipersiapkan untuk training atlet, tapi dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga nasional,” ujarnya. Dari sanalah kemudian pihaknya berinisiatif mengembangkan cabor ini di NTB, khususnya Lombok.

Sementara itu, perwakilan KONI NTB, Burhanuddin, ST menyampaikan petanque yang mulai dibina di daerah ini ke depan dapat mendukung program wisata olahraga (sport tourism) yang digalakkan Pemprov NTB. Apalagi olahraga ini berasal dari negara Eropa. “Semoga olahraga petanque ini bisa membuat NTB terkenal karena ini olahraga dari Prancis, Eropa,” ujarnya saat menghadiri musyawarah daerah (musda) Pengda FOPI NTB.

Burhanuddin juga berharap dengan dibentuknya FOPI NTB, cabor ini bisa berkembang di NTB. “Kita akan tetap berkoordinasi bagaimana petanque bisa berkembang di NTB dan pada PON 2020 bisa sumbang emas untuk NTB,” harapnya. Dalam musda tersebut, terpilih H. Muhir, S.Kep sebagai ketua umum yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram. (ynt)