Atlet NTB Peraih Emas PON Ini Masih Kerja Cari Rumput dan Kusir Cidomo

Mataram (Suara NTB) – Nasib atlet NTB yang berprestasi di bidang olahraga tampaknya belum sepenuhnya mendapat perhatian yang layak. Pasalnya masih ada sejumlah atlet NTB yang berhasil  meraih medali emas di PON namun masa depannya belum dijamin.

Atlet tarung derajat NTB, Munakip misalnya, sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap. Harapan akan adanya pekerjaan bagi atlet yang berprestasi sejauh ini masih sebatas harapan yang belum menjadi kenyataan.

Munakip yang sudah berkali-kali mengharumkan nama NTB di kejurnas hingga PON 2016, masih menjadi pengangguran alias tak memiliki pekerjaan tetap.

“Saat ini saya masih menganggur, belum ada pekerjaan tetap. Kalau lagi istirahat latihan, saya nyari rumput untuk makanan kuda,” ucap Munakip saat diwawancarai Suara NTB di Mataram, belum lama ini.

Baca juga:  Sejumlah Atlet Terbaik NTB Ancam Hengkang

Munakip yang sehari-hari berprofesi sebagai kusir cidomo ini boleh dibilang salah satu atlet NTB peraih medali emas PON 2016 yang sampai belum mendapat jaminan masa depan yang cukup layak. Sebelumnya, KONI NTB telah menjanjikan masa depan bagi atlet peraih medali emas PON. Beberapa atlet peraih medali emas lainnya seperti, Fadlin, Ridwan dan atlet lainnya sudah menjadi PNS di Dinas Dikpora NTB.

Kalau berbicara prestasi, Munakip sebenarnya tidak kalah jauh dari atlet andalan NTB lainnya. Atlet asal Desa Tiwu Lekong, Kelurahan Prapen-Praya, Loteng ini sudah mengukir prestasi di berbagai ajang tingkat nasional.

Baca juga:  Nasib Pelatda Mayung NTB Menggantung, Antara Mudik dan Pulang Selamanya

Di Kejurnas Tarung Derajat Piala Wakil Presiden tahun 2013 di Bandung, Munakip meraih medali emas kelas 61,1-64 Kg putra. Kemudian medali emas Kejurnas ASIA Tenggara tahun 2014, serta medali emas di Pra-PON 2015 dan Medali emas di PON 2016.

Dengan segudang prestasi yang sudah diukir itu Munakip hanya berharap kepada Pemprov NTB memberikan pekerjaan tetap untuk dirinya. Sehingga setelah pensiun dari atlet dia bisa hidup layak bersama keluarganya. (fan)