Porsi Anggaran Bidang Olahraga di NTB Minim

Mataram (suarantb.com) – Sektor Olahraga di NTB masih belum mendapat dukungan maksimal dari pemerintah daerah terutama menyangkut dana operasional. Padahal, olahraga merupakan alat promosi dan pemersatu bangsa. Sebagaimana tertulis dalam sejarah Indonesia, bidang olahraga mendapat tempat terhormat menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Pemprov NTB dalam praktik pengelolaan bidang olahraga seharusnya memberikan porsi anggaran yang seimbang. Seperti porsi anggaran bidang pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono, SH saat menjadi pembicara pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Santosa Hotel dalam rangka menggodok salah satu Raperda dari tiga Raperda inisiatif DPRD NTB.

“Seperti pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, kita cukup dua persen lah ya. Karena kata kuncinya di pendanaan ini. Pihak swasta belum memiliki perhatian pada olahraga di NTB ini,” ujar Kasdiono, Kamis, 10 November 2016.

Menurutnya olahraga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sudah saatnya mendapatkan perhatian yang setara dengan beberapa sektor sosial lainnya seperti pendidikan dan kesehatan. Karena bagaimanapun, ada tanggung jawab yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

“Bagi saya yang terpenting adalah bagaimana geliat olahraga tetap jalan. Karena panji-panji olahraga telah dikibarkan bangsa kita 40 tahun yang lalu. Ada semboyan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” tambahnya.

Baca juga:  Empat Anggota Dewan Segel Kantornya Sendiri

Hal lain yang menyebabkan olahraga ini harus mendapat perhatian pemerintah, lanjut mantan Ketua KONI NTB ini, salah satunya dengan membuat payung hukum berupa Perda Penyelenggaraan Keolahragaan. Yang nantinya mengatur pengelolaan olahraga khususnya di NTB agar berkesinambungan. Dan lebih baik dari sisi regulasi, prestasi dan pendanaan.

“Pemerintah di samping berkewajiban mendanai, pemerintah juga berkewajiban menyelenggarakan event. Multi event daerah bisa dilakukan. Sehingga dari multi event daerah maka akan terlahirlah atlet yang kita andalkan,” katanya.

Dalam bingkai NKRI tujuannya adalah membanggakan bangsa dan negara. Jadi apa yang dilakukan dengan membina atlet, muaranya membanggakan bangsa Indonesia. Hal itu sangat penting bagi perkembangan dunia olahraga di NTB, baik dalam bentuk prestasi maupun turunannya berupa peningkatan ekonomi dan pariwisata.

“Olahraga harus disikapi secara proporsional karena merupakan salah satu pilar pembentuk karakter bangsa. Di samping itu, olahraga sangat mempunyai pengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Kan olahraga ada tiga, olahraga pendidikan, olahraga prestasi, olah raga rekreasi. Olahraga rekreasi ini kan sekaligus bisa mempromosikan daerah kita,” tambahnya.

Anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram ini menambahkan, ada misi besar yang dititipkan para pendiri bangsa melalui bidang olahraga. Baik sebagai alat pemersatu bangsa maupun untuk memperkenalkan Indonesia dikancah internasional. Untuk itu pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan berkesinambungan.

Baca juga:  Belanja OPD Pemprov NTB Dirasionalisasi Rp150 Miliar

“Bangsa ini dikenal di kancah internasional bukan karena pendidikan atau kecanggihan tekhnologi. Tetapi bangsa ini dikenal di internasional karena prestasi anak bangsa di bidang olahraga. Bendera kita berkibar dengan gagah perkasa itu jalannya ada dua, yang pertama kunjungan kepala negara dan yang kedua ketika anak bangsa berprestasi di bidang olahraga,” jelasnya.

Ia memberikan contoh pembalap muda Indonesia, Rio Harianto saat menjuarai salah satu ajang balap bergengsi dunia di Pakistan. Dan panitia kebingungan mencari lagu Indonesia Raya. Ia menceritakan hal tersebut untuk menguatkan pandangannya, bagaimana olahraga mampu memberikan andil besar memperkenalkan nama bangsa di tingkat internasional.

“Bangsa ini dikenal dikancah internasional bukan karena pendidikan atau kecanggihan tekhnologi. Bangsa ini dikenal di internasional karena prestasi anak bangsa di bidang olahraga,” pungkasnya.

Selain mendiskusikan Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan, dua Raperda lainnya yang didiskusikan pada kesempatan itu adalah Raperda tentang Mutu Pelayanan Kesehatan dan Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. (ast)