Fraksi PDIP Tagih Janji Mundur Ketua KONI NTB

Mataram (suarantb.com) – Pernyataan Ketua KONI NTB, Andy Hadianto yang menjanjikan siap mundur jika gagal memenuhi target 15 emas (LIBAS) di PON 2016 berbuntut panjang. Fraksi PDIP DPRD NTB, terang-terangan meminta Andy untuk merealisasikan janjinya tersebut.

Kekecewaan dan kritik terhadap KONI NTB itu diutarakan Anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP, Ir. Made Slamet, MM.

Made menyebut, hasil PON 2016 ironis. Pasalnya telah dikucurkan dana besar untuk persiapan PON yaitu Rp 22,5 miliar, dua kali lipat dibandingkan dana PON sebelumnya.

“Hasil ini ironis, karena dana yang dikeluarkan lebih banyak. Selama ini juga Ketua KONI terus-terusan sesumbar soal LIBAS kemana-mana,” ujar Made.

Made pun menagih janji Andy Hadianto untuk mundur jika target Libas gagal. “Kami Fraksi PDIP meminta Ketua KONI untuk gentleman dan bersikap ksatria terhadap komitmen tersebut. Publik juga mulai bergunjing tentang itu,” jelasnya.

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat juga telah meminta KONI segera melakukan evaluasi pasca kegagalannya. Juru bicara Fraksi Demokrat, H. MNS Kasdiono meminta KONI juga jangan mencari kambing hitam atas kegagalannya.

Baca juga:  Ditreskrimsus Selidiki Hibah KONI se-NTB

“Kami dari Fraksi Demokrat meminta agar KONI NTB segera lakukan evaluasi. Jangan mengeluarkan pernyataan yang berkesan membela diri dan mencari kambing hitam,” kata Kasdiono.

Kasdiono juga menyebut peringkat NTB merosot. Dari peringkat 12 pada PON 2012 menjadi peringkat 14 di PON 2016. Padahal peringkat ini

menjadi penentu penting kesuksesan kontingen berlaga di PON.

Seperti diberitakan harian Suara NTB tanggal 7 Oktober 2016, pihak KONI NTB mengakui kegagalan target LIBAS. Mereka beralasan, kegagalan itu antara lain dipicu keberpihakan wasit pada tuan rumah. Sehingga di beberapa cabor, NTB gagal mewujudkan target meraih emas. Selain keberpihakan wasit, sikap tidak disiplin atlet juga mulai disebut-sebut menjadi penyebabnya.

Sementara terkait janji mundur, Andy Hadianto telah menegaskan rencana pengunduran dirinya akan diserahkan ke hasil rapat anggota pengurus KONI NTB. Hal itu dilakukannya karena masa jabatan Andy  di kepengurusan KONI NTB berakhir tinggal hitungan bulan lagi. Selain itu, banyak pihak meminta Andy agar tidak mengundurkan diri lebih dini.

Baca juga:  Ditreskrimsus Selidiki Hibah KONI se-NTB

Alasan lainnya, Andy batal mengundurkan diri karena pihak KONI NTB dalam waktu dekat akan fokus persiapan atlet mengikuti PON Remaja. Menurut Andy yang harus dilakukan saat ini adalah menyiapkan atlet menghadapi PON Remaja di Semarang bulan Juni 2017.

Lanjut Andy, terkait pergantian pengurus KONI NTB akan dibahas dalam waktu dekat ini. Andy menginginkan rapat Anggota KONI  NTB bisa digelar akhir tahun 2016. Rapat Anggota KONI NTB nanti   sekaligus membahas persiapan NTB mengikuti PON Remaja dan pemilihan ketua umum KONI NTB yang baru.

“Saya berharap untuk agenda pemilihan Ketua KONI NTB  yang baru bisa digelar usai pelaksanaan PON Remaja,” harapnya. (ros/fan/kmb)