Andy Tuding Wasit PON Biang Kegagalan NTB Raih Target LIBAS

Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto menuding wasit sebagai biang kegagalan kontingen NTB meraih target 15 Emas (LIBAS) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016.

Keberpihakan wasit/juri kepada  tuan rumah PON itu mendapat protes dari 23 provinsi peserta PON, termasuk Andy Hadianto. Ia mengaku ikut menandatangani surat penolakan hasil PON XIX Jabar 2016.

Kepada Suara NTB di Mataram, belum lama ini Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto membenarkan bila NTB menjadi salah satu dari 23 provinsi yang ikuti menandatangani surat penolakan hasil PON XIX yang digelar di tanah Pasundan itu.

Baca juga:  Golkar Mencium Motif Politik dalam Kritikan KONI Dijabat Pejabat Publik

“Dari 23 provinsi yang menolak hasil PON, saya termasuk Ketua Umum KONI yang ikut menandatangani surat penolakan hasil PON Jabar 2016,” terang Andy.

Penolakan 23 provinsi terhadap hasil PON Jabar 2016 kata Andy karena terlalu tingginya keberpihakan wasit/juri terhadap tuan rumah penyelenggara PON. Dan Andy juga mengakui bila beberapa medali emas yang seharusnya bisa diraih NTB malah jatuh ke tangan tuan rumah.

Baca juga:  Kasdiyono Serukan Ketua KONI Kabupaten/Kota Patuhi Aturan

Di pertandingan cabang olahraga beladiri, ada beberapa hasil pertandingan yang mestinya dimenangkan oleh atlet NTB, namun dikalahkan oleh keputusan wasit/juri. Sayangnya KONI NTB tak berani melakukan protes secara langsung karena bisa mengancam pembinaan atlet di daerah NTB. Selain itu biaya protes cukup besar sehingga NTB harus berpikir kembali. (fan)