Fadlin Keluhkan Tidak Ada Perhatian KONI dan Pemkot Bima

Mataram (suarantb.com) – Fadlin, atlet atletik asal Kota Bima ini mengeluhkan tidak adanya perhatian dari pemerintah Kota Bima atas prestasinya dalam PON XIX/2016. Demikian pengakuannya pada suarantb.com, Senin, 3 Oktober 2016.

Fadlin dan atlet asal Kota Bima lainnya sedang menunggu respon dari pihak pemkot Bima atau KONI Kota Bima mengenai bonus bagi atlet yang meraih medali. “Tidak ada perhatian dari pemerintah Kota Bima, terutama KONI Kota Bima. Padahal kami sudah telepon, tapi tidak ada respon,” jelasnya.

Baca juga:  Atlet NTB Ciptakan Sejarah, Rebut Tujuh Emas di Ajang Internasional

Mengenai bonus tersebut, Fadlin mengakui memang sebelumnya tidak ada pernyataan mengenai bonus oleh pemkot dan KONI Kota Bima. “Memang tidak pernah dijanjikan sebelumnya soal bonus, walaupun sebelum PON kami sempat bertemu. Ada berita mereka hadir saat PON, tapi kami belum pernah bertemu,” ujarnya.

Tidak adanya perhatian yang dirasakan saat ini, berbeda dengan PON 2012. Dimana atlet kota Bima diberikan bonus Rp 50 juta untuk peraih emas dan Rp 20 juta untuk perak.

Baca juga:  20 Atlet NTB Siap Maju Pepapernas

Beberapa atlet Kota Bima yang berhasil meraih medali dalam PON tahun ini adalah Fadlin, Arif Rahman, Rostinah, Nurhaedah, Kadek Wati, Nurul Iqomah dan Dhita Juliana. Menilik tidak adanya perhatian pemkot Bima, Fadlin bersama kawan-kawan dengan ekstrem bersepakat untuk tidak membela Kota Bima di Porprov 2018 mendatang.

“Kalau memang tidak ada perhatian, saya dan kawan-kawan berniat untuk tidak membela Kota Bima di Porprov,” tambahnya. (ros)