BPN Rebut Piala Bergilir BPN Cup 2016

Mataram (suarantb.com) – Laga final BPN Cup 2016 berhasil dimenangkan BPN Mataram setelah menekuk Mataram FC dengan skor 4-3. BPN berhasil membawa pulang piala yang sempat dikuasai Vamos Mataram. Demikian pantauan suarantb.com di Gelanggang Pemuda dan Olahraga Mataram, Minggu, 2 Oktober 2016.

Babak pertama didominasi oleh BPN, dimana tim besutan pelatih Andriansyah Agustin alias Adom itu mengakhiri babak pertama dengan skor 2-0. Mataram FC belum berhasil cetak gol di babak pertama.

Mataram FC berusaha mengejar ketertinggalan di babak kedua. Gol dari Bagus Himawan melalui umpan sudut Fachri membuka peluang Mataram FC untuk mengejar ketertinggalan.

Sibuk menggempur gawang BPN, membuat Mataram FC kebobolan gol dari Kapten BPN, Lingga. Skor menjadi 3-1. Situasi ini membuat Deny Handoyo menerapkan power play untuk timnya. Ismail Macil turun sebagai kiper terbang. Strategi ini cukup berhasil, Macil berhasil menambah pundi gol Mataram FC memanfaatkan umpan tiang Nico.

Sisa babak kedua berjalan seru. Mataram FC berhasil menyamakan posisi dengan tambahan gol dari Nur Ali. Skor menjadi 3-3. Namun, terjadi sedikit ketegangan antara Kiper Mataram FC, Damas tersulut amarahnya setelah saling berebut menangkap bola di gawang Mataram FC. Akibatnya, Damas keluar lapangan, memilih untuk tidak lanjut bermain.

Hingga babak kedua berakhir, skor kedua tim masih sama. Maka diberikan perpanjangan waktu, 2×5 menit. Ketidakstabilan emosi pemain Mataram FC berhasil dimanfaatkan Lingga untuk menambah gol BPN, 4-3 untuk BPN. Stategi power play Mataram FC tidak bisa membuahkan gol. Akhir babak perpanjangan waktu BPN tetap unggul, hingga mereka keluar sebagai juara BPN Cup 2016.

Kapten BPN Mataram, Muhammad Ijlal Linggaptria yang ditemui usai penyerahan piala mengaku senang. “Senang karena bisa membawa pulang piala BPN Cup yang tahun lalu dipegang Vamos Mataram,” ujarnya berbinar.

Lingga tidak menyangka bisa menaklukkan tim besutan Deny Handoyo tersebut. “Tadi di awal babak kedua kami sempat terkejut karena lawan cetak gol. Tapi, setelah tadi minta time out, pemain istirahat sebentar. Akhirnya bisa tambah gol jadi 4-3,” jelasnya.

Kekalahan Mataram FC ini sangat disayangkan, karena pemain yang turun merupakan gabungan antara pemain Vamos dan Mataram FC. Sebagian besar yang turun juga merupakan pemain Vamos.

Salah seorang penonton, Poedja menyatakan kekecewaannya. “Seharusnya tim ini (Mataram FC) bisa menang, karena pemainnya sudah level pro. Levelnya jauh dari BPN,” tambahnya. (ros)