Target Libas di PON Tak Tercapai

Bogor (suarantb.com) –¬†Target lima belas emas atau libas pada Pekan Olaharaga Nasional (PON) XIX/2016 tak tercapai. Atlet NTB harus puas dengan membawa pulang total 11 emas, 10 perak dan 18 perunggu. Dua emas terakhir berhasil disumbangkan oleh cabor tarung derajat yang menjalani laga final hari ini, Rabu, 28 September 2016.

Rincian perolehan medali tersebut adalah sebagai berikut. Emas disumbangkan oleh atletik, silat, tinju, voli pasir dan tarung derajat. Perak yang berjumlah sepuluh disumbangkan oleh atletik, silat, tinju, BMX dan tarung derajat. Sedangkan 18 perunggu berasal dari atletik, silat, tinju, menembak, karate, kempo, wushu, taekwondo, tenis lapangan, panjat tebing dan tarung derajat.

Cabang olahraga dansa, renang, balap sepeda, balap motor, billiar, selam, gantolle, golf dan tenis meja gagal sumbang medali. Justru cabor muaythai yang termasuk cabor ekshibisi berhasil meraih satu emas.

Baca juga:  Porkemi Dompu Kirim Delapan Atlet di Kejuaraan Antar Graha NTB

Berdasarkan jumlah perolehan emas, memang tidak terjadi peningkatan antara PON 2012 dengan PON 2016 ini. Namun, menurut sebagian besar pelatih, salah satunya Abdul Khair, PON ini

memberikan hasil perolehan medali lebih banyak dibanding sebelumnya.

Menurut Ketua PASI NTB, Suhaimi pencapaian atlet di PON ini lebih bagus dari sebelumnya. Termasuk atlet atletik yang sebagian besar mencatatkan limit waktu yang lebih bagus. “Catatan waktu anak-anak jauh lebih bagus dari waktu latihan dan PON sebelumnya. Bahkan ada dua nomor atletik yang berhasil pecahkan rekor PON, di nomor 400 meter gawang putra dan 4×100 meter putra” jelasnya.

Baca juga:  Nurul Persembahkan Tiga Emas untuk Indonesia

Menanggapi perolehan akhir medali emas NTB yang berjumlah 11 medali, Ketua KONI NTB, Andy Hadianto dalam status di jejaring sosial miliknya meminta maaf kepada masyakat NTB. “Alhamdulillah seluruh warga NTB, mohon maaf hanya ini yg bisa kontingen NTB persembahkan, 11 emas, sembilam perak dan 18 perunggu pada PON 2016. Hasil ini lebih baik dari PON 2012 yang memperoleh 11 emas, lima perak dan delapan perunggu. Terima kasih, terima kasih, terima kasih dan mohon maaf,” tulisnya.
Namun mengenai berhasil atau tidaknya perlu diadakan evaluasi lebih mendalam. Agar kedepannya para atlet bisa dipersiapkan lebih matang lagi untuk turun di PON 2020. (ros)