Sapwaturrahman : Emas PON Ini Baru Awal

Bogor (suarantb.com) – Menang emas PON XIX di nomor lompat jangkit merupakan suatu awal bagi Sapwan dalam karir atletnya. Demikian pengakuannya pada suarantb.com usai menjalani Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Sabtu, 24 September 2016.
“Emas PON ini baru awal buat saya, karena saya juga masih baru di nomor lompat,” jelasnya.

Medali emas ini merupakan medali pertama yang diperolehnya dalam ajang PON di nomor lompat. Sebelumnya ia meraih emas PON 2012 di nomor estafet 4×100 meter bersama Fadlin dan Iswandi.

Mengenai target ke depannya, Sapwan mengaku ingin memasang target hingga kejuaraan dunia. “Saya ingin jadi juara dunia, dan ingin jadi orang NTB pertama yang ikut Olimpiade di nomor lompat,” akunya mantap.

Baca juga:  Tampil di Kejuaraan Dunia, Zohri Tidak Dibebani Target

Tidak hanya ingin berprestasi di nomor lompat, Sapwan juga berencana untuk kembali ke nomor lari lagi. Karena awal karirnya dahulu memang di nomor lari. “Saya tidak ingin hanya berprestasi di lompat, saya pasti kembali ke nomor lari. Tahun depan insya Allah akan kembali ke lari,” tambahnya.

Perlu diketahui, atlet kelahiran Sumbawa ini mengawali karir atletik di nomor lari. Namun, dari banyak kejuaraan yang diikuti belum ada medali yang diperoleh di nomor lari. Sehingga ia akhirnya memutuskan pindah ke lompat. “Setelah tiga kali ikut SEA Games tidak menang, saya memutuskan mundur dari Pelatnas dan pindah ke lompat,” jelasnya.

Usai mengikuti UPP yang dihadiri Sekda Provinsi NTB, Rosiadi Sayuti tersebut, Sapwan menghampiri pelatihnya, Arya untuk menunjukkan rasa terima kasih. Walaupun gagal menang di nomor lompat jauh, ia berhasil menyabet emas di lompat jangkit. Hal ini tentunya sudah menjadi penawar sendiri bagi Arya. Karena atletnya yang tidak ditargetkan menang, justru berhasil mengantongi satu medali.

Baca juga:  Rawan Penyelewengan Anggaran, Pejabat Publik Diminta Mundur dari Kepengurusan Inti KONI

Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh Sapwan, keluarganya yang turut hadir juga tak kalah bahagia. Ayah, ibu, kakak dan dua adiknya turut hadir ke Bogor untuk menyaksikannya bertarung. Sang ayah, Sanapiah tak henti-hentinya tersenyum melihat medali yang tergantung di leher anaknya.

Perolehan satu medali dari Sapwan ini menambah jumlah emas yang diperoleh atletik menjadi dua emas. Hingga saat ini, atletik NTB baru mengoleksi dua emas, dua perak dan tiga perunggu. (ros)