Silat Hanya Sumbang Satu Emas Lewat Mariati

Bogor (suarantb.com) – Cabang olahraga unggulan NTB, pencak silat hanya berhasil menyumbang satu emas. Medali tersebut disumbangkan oleh Mariati di kelas 70-75 kg. Demikian hasil pertandingan final pencak silat PON di Graha Laga Satria ITB Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu, 24 September 2016.

Mariati berhasil menyumbangkan emas, setelah menumbangkan atlet tuan rumah Jabar, Sofani Rahmalianti. Dalam laga tersebut, Mariati mengalahkan Sofani dengan skor telak 5-0. Pesilat asal Loteng ini berhasil mempertahankan medali emas yang diraihnya di PON 2012.

Baca juga:  Kantongi Dua Tiket PON, Pecatur NTB Catat Sejarah Baru

Rekan Mariati, Nurhaeda yang turun di kelas 60-65 kg gagal menyabet emas. Dalam laga final hari ini (24/09) ia kalah telak dari atlet DKI Pipiet Kamelia dengan skor 5-0. Dengan

demikian, emas kedua untuk pencak silat NTB gagal diraih.

Pelatih pencak silat Dedy S Darere yang dikonfirmasi suarantb.com, menyatakan kekecewaannya. Menurut Dedy, Nurhaeda seharusnya bisa meraih emas. “Nurhaeda tadi (final) tidak bisa menerapkan strategi yang saya instruksikan,” sesalnya.

Baca juga:  Atlet NTB Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia

Dedy menyatakan ada beberapa faktor yang membuat ia gagal mempertahankan dua emas. Selain Nurhaeda yang tidak bisa menerapkan strategi dari sang pelatih, subjektivitas wasit dalam pertandingan Milasari juga menjadi faktor.

Kegagalan pencak silat mempertahankan dua emas menambah daftar kegagalan perolehan emas di cabor unggulan. Milasari, gagal mempertahankan emas PON 2012 dan hanya memperoleh perunggu. Sebelumnya, tim atletik juga gagal di tiga nomor unggulan putra, 100 meter, 200 meter dan 800 meter. (ros)