Agus Salim : Kemenangan Dhita-Dini Bukan Kejutan

Bogor (suarantb.com) – Kemenangan yang diraih atlet voli pasir NTB di ajang PON XIX menurut sang pelatih Agus Salim bukan suatu hal yang mengejutkan. Demikian pengakuannya pada suarantb.com melalui telepon, Rabu, 21 September 2016.

“Kemenangan Dhita-Dini ini bukan hasil yang mengejutkan, karena kemampuan mereka memang sudah di atas standar lawannya,” jelasnya.

Perasaan senang memang dirasakan oleh Agus, karena sudah berhasil menunaikan kewajiban moral satu emas untuk NTB. Namun, ia mengaku masih sedih karena targetnya untuk membawa pasangan Danang-Tio untuk ‘mencuri’ emas belum terwujud.

“Dua tim itu, Danang-Tio dan Desi-Lysa sebenarnya punya kemampuan bagus. Masalahnya hanya mereka belum siap menghadapi atmosfer pertandingan,” akunya gamblang.

Baca juga:  20 Atlet NTB Siap Maju Pepapernas

Danang-Tio saat bertanding pada babak final kemarin, (20/09/2016) menurut Agus hanya bermain 60-70 persen. “Kalau mereka mainnya 100 persen, pasti bisa bagus hasilnya,” ujarnya.

Pengalaman Danang-Tio dalam pertandingan memang diakui Agus belum banyak. Mereka belum terbiasa dengan suasana pertandingan, dimana mental atlet akan diuji dengan banyak hal. Dukungan dari penggembira juga termasuk dalam hitungan Agus. Jumlah penggembira tim lawan yang lebih banyak juga mempengaruhi psikologis atletnya.

Tak ingin terus menyesali nasib, Agus Salim berniat fokus membina atletnya untuk menjelang PON 2020. Karena PON ini merupakan PON terakhir Dhita-Dini, maka di PON mendatang Danang-Tio dan Desi-Lysa menjadi andalan Agus untuk bisa melanjutkan estafet emas voli pasir NTB.

Baca juga:  Atlet NTB Ciptakan Sejarah, Rebut Tujuh Emas di Ajang Internasional

Namun, usaha Agus ini bukannya tanpa kendala. Pasalnya, sebagai pelatih pelatnas putri voli pasir, ia harus menetap di Jakarta. Danang dan Desi yang sudah masuk pelatnas bisa menemuinya untuk latihan. Sedangkan Tio dan Lysa yang belum pelatnas, hanya bisa dilatihnya saat ia kembali ke daerah.

“Intinya sekarang mereka harus sering-sering menemui saya untuk latihan. Kita tidak hanya butuh latihan skill, tetapi psikologi saat bertanding juga dilatih,” tambahnya. (ros)