Keharuan Warnai Acara Pelepasan Atlet PON NTB

Mataram (suarantb.com) – Acara pelepasan atlet yang akan mewakili NTB pada PON yang berlangsung Kamis, 8 September 2016 diwarnai keharuan. Pasalnya, setelah menjalani Pelatda selama hampir tiga tahun, akhirnya para atlet bisa bertemu kembali dengan keluarga. Ini hal yang terbilang jarang bisa mereka lakukan selama menjalani Pelatda.

Setelah melakukan ritual cium bendera dan bersalaman dengan Gubernur NTB, para atlet meminta kepada orang tua dan keluarganya yang hadir dalam acara tersebut untuk mendoakan. Isak tangis haru dan bahagia terdengar dari bangku yang disediakan khusus untuk keluarga atlet.

Baca juga:  Miracle Dancers Wakili Indonesia di Level Asia

Para orang tua bertemu kembali dengan anak-anaknya. Semua berbaur, penuh dengan emosi yang mengundang keharuan. Atlet tarung derajat, Munakip juga menghabiskan waktunya untuk duduk bersama sang anak yang jarang ditemuinya.

Ibu dari atlet atletik, Rohani, juga tidak kuasa menahan haru bisa bertemu kembali dengan sang anak. Ia merangkul erat anaknya dalam pelukan sambil menangis tersedu. Bisa dibayangkan rasa rindu dan bangga yang ia rasakan melihat sang puteri bisa berlaga di PON dan menjadi salah satu wakil untuk mengharumkan nama NTB di pentas nasional.

Baca juga:  Faktor Psikologis Pengaruhi Penampilan Zohri

Rani, pedansa cilik yang selalu didampingi kedua orang tuanya juga turut menangis terharu.
Tak dapat dipungkiri, kehadiran keluarga atlet mampu menciptakan atmosfer tersendiri yang membuat orang yang melihat ikut larut dalam keharuan.

Setelah meminta doa restu dari orang tua, para atlet dipersilahkan kembali beristirahat, khususnya atlet panjat tebing yang berangkat tanggal 9 September. Mereka butuh latihan penyesuaian terlebih dahulu dengan kondisi di lokasi pertandingan. (ros)