Pedansa Cilik NTB Siap Raih Emas PON

Mataram (suarantb.com) – Di antara mayoritas atlet PON NTB yang berusia remaja dan dewasa, dua pedansa cilik ini mencuri perhatian. Mereka adalah dua bersaudara I Wayan Adi Purana Sanjaya dan Ni Nyoman Ivana Maharani. Kakak beradik inilah yang salah satunya akan mewakili NTB untuk cabor dansa.

Adi dan Rani, sapaan akrab keduanya, kelahiran 25 April 2002 dan 12 Februari 2006 sudah menekuni dansa sejak tiga tahun lalu. Ni Luh Sunarsih, sang Ibu mendaftarkan keduanya untuk belajar di salah satu sanggar tari. Karena keduanya juga tertarik untuk belajar menari.
“Rani sejak umur satu tahun sudah suka menonton film India. Setelah umur lima tahun dia minta belajar menari, makanya saya masukan sanggar bersama kakaknya juga,” jelas Sunarsih.

Baca juga:  Atlet NTB Ciptakan Sejarah, Rebut Tujuh Emas di Ajang Internasional

Waktu itu pula, Sunarsih mendapat informasi tentang tempat latihan menari melalui radio. Setelah sebulan belajar, Rani dan Adi bahkan berhasil meraih juara satu dalam perlombaan. Sehingga akhirnya oleh gurunya mereka dijadikan pasangan dansa.

Rasa cinta kedua anaknya pada dansa, diakui Sunarsih dibuktikan dengan giatnya mereka berlatih. “Selama tiga tahun latihan ini, tidak pernah mereka absen latihan. Pokoknya harus tetap latihan,” ungkapnya.

Kerja keras memang tidak akan mengkhianati hasil. Ini terbukti dengan banyaknya kejuaraan yang pernah dimenangkan dua bersaudara ini. “Di rumah itu piala sama piagam penghargaan sudah banyak sekali. Di Kejurnas 2016 kemarin dapat tiga emas dan satu perak, Kompetisi Asia peringkat lima dan enam,” sebutnya.

Untuk bisa bertanding di PON, Adi dan Rani harus mengikuti seleksi yang sangat ketat. Dimulai dari memenangkan emas di Kejurda 2015, hingga bisa mengikuti Pra PON 2015 dan meraih peringkat tujuh. Jenis dansa yang akan diikuti Adi dan Rani di PON Jabar ini adalah FFA Samba, FFA Rumba, Rising Star dan Pre-Amateur.

Baca juga:  20 Atlet NTB Siap Maju Pepapernas

Sunarsih dan suaminya, I Nengah Karang Wijaya sangat mendukung kedua anaknya menekuni dansa. “Sekolah mereka tidak terganggu. Bahkan setelah ikut dansa mereka lebih mandiri, lebih percaya diri dan lebih pintar,” ujarnya..

Saat ini Adi dan Rani tercatat sebagai siswa di SMPN 1 Mataram dan SDN 11 Cakranegara. Tidak hanya mengejar medali di PON, setelah PON mereka juga akan langsung terbang ke Eropa untuk mengikuti kejuaraan disana. (ros)