Dewan Minta KONI Segera Evaluasi Internal

Mataram (Suara NTB) – Pimpinan DPRD NTB menyerukan kepada KONI NTB untuk menyikapi pencapaian kontingen NTB di PON Jabar, 2016 dengan cara melakukan evaluasi internal. Problem komunikasi antara pimpinan KONI NTB dengan atlet dan pengurus cabang olahraga juga harus dibenahi lagi.

Pendapat itu disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 29 September 2016.

Dengan meraih 11 medali emas, 10 medali perak dan 18 perunggu, NTB berada di posisi 15 daftar perolehan medali di PON 2016. Jika dibandingkan dengan capaian pada PON 2012, perolehan emas NTB memang masih sama. Bahkan, kali ini NTB bisa mengumpulkan lebih banyak medali perak dan perunggu.

Namun, peringkat NTB justru lebih buruk jika dikomparasikan dengan capaian pada PON 2012. Di PON Riau tersebut, kontingen NTB di bawah komando Ketua KONI NTB, H. MNS. Kasdiono bertengger di posisi 12 klasemen perolehan medali. Dengan meraih 11 emas, kontingen NTB kala itu juga secara otomatis telah melampaui target perolehan 10 medali emas yang diberikan kepada mereka.

Terlepas dari perbandingan ini, Mori menegaskan, pihaknya tetap menyampaikan selamat atas capaian yang sudah dibuat NTB di PON kali ini. Menurut Mori, apa yang diraih di PON kali ini tentu lahir dari upaya maksimal dari para para atlet NTB yang turun ke gelanggang.

“Bagaimanapun juga, NTB ini sudah berbuat yang terbaik atlet kita. Dengan mencapai 11 emas, perak 10 dan perunggu 18. Ini menyamai Riau, tapi dari sisi peringkat memang turun beberapa peringkat. Kenapa turun? Karena jumlah cabor yang dipertandingkan lebih banyak, jumlah emas juga lebih banyak,” ujarnya.

Mori menegaskan perlunya upaya mencermati fenomena tidak tercapainya target-target emas di cabor andalan NTB. Salah satu yang paling menonjol tentunya adalah cabor atletik. Sejumlah nomor atletik bergengsi yang selama ini menjadi andalan NTB, ternyata gagal mempersembahkan emas. Salah satunya adalah nomor 100 meter putra.

Meski demikian, Mori juga mengaku bersyukur kegagalan di beberapa nomor atletik itu bisa terobati dengan adanya beberapa nomor atletik dan cabor lain yang sukses mempersembahkan emas meski awalnya kurang diunggulkan. “Kita dapat emas lompat jangkit. Ada tinju juga empat masuk final, satu medali emas,” ujarnya.

Mori juga menyoroti adanya faktor tuan rumah yang tampaknya ikut berpengaruh terhadap pencapaian emas NTB kali ini. Di beberapa cabor, atlet NTB yang tampil berhadapan dengan tuan rumah selalu mengalami kekalahan. Ia menilai jika saja lawan NTB di final sejumlah cabor bukanlah Jabar, kemungkinan untuk meraih emas bisa saja menjadi lebih terbuka.

“Kalau finalnya tidak lawan Jabar mungkin. Tapi secara umum kita tetap apresiasi. Syukur alhamdulillah, meski banyak kontroversi, tapi kita masih bisa mempertahankan,” ujarnya.

Kini, setelah hasil akhir diperoleh, Mori menyerukan KONI, cabor-cabor dan atlet untuk melakukan evaluasi secara internal. “Kami lihat memang perlu ditingkatkan koordinasi, komunikasi dengan cabor-cabor. Itu memang kami sudah juga mengetahui. Koordinasi dan komunikasi kurang,” ujar Mori.

Menurut Mori, pembenahan di internal KONI ini memang diperlukan jika ingin melakukan perbaikan di PON berikutnya. Sementara, terkait dukungan anggaran maupun kebijakan dari Pemprov NTB dan DPRD NTB, Mori menegaskan hal itu sudah menjadi komitmen pihaknya.

“Walaupun kemarin ada juga yang meragukan, tapi teman-teman dewan tetap komit. Bonus atlet, pembinaan dan sebagainya. Hanya saja perlu ditingkatkan komunikasi Ketua KONI dengan teman-teman di DPRD NTB,” pungkasnya. (aan/*)